Beranda Warganet BPPT: Rekayasa Meteorologi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Berlangsung 15...

BPPT: Rekayasa Meteorologi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Berlangsung 15 Hari

Jakarta (ANTARA) – Badan Penilai dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali memberlakukan Operasi Perubahan Cuaca (TMC) untuk mengurangi kemungkinan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mulai 3 Juli 2021 hingga 15 hari. Acara.

“Teknologi perubahan cuaca dapat menjadi bagian dari solusi permanen untuk memerangi kebakaran hutan dan lahan di masa depan,” kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Kamis.

Kepala BPPT mengatakan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk mengubah cuaca dengan mengoptimalkan kemungkinan curah hujan dapat membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Selama dua tahun terakhir, melalui Perpres Nomor 3 Tahun 2020, kegiatan TMC ditujukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Dengan pelaksanaan Operasi TMC yang memasuki hari ke-4 di Riau, telah mampu menghasilkan air hujan dalam jumlah yang signifikan, menjaga muka air tanah (TMAT) lahan gambut dan mengurangi terjadinya titik api.

Saat melakukan operasi TMC di Provinsi Riau, Wakil Kepala Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA) BPPT Yudi Anantasena mengatakan, BPPT telah bermitra dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan menggandeng pihak swasta.

“Ini merupakan implementasi kedua TMC di Provinsi Riau pada tahun 2021 setelah implementasi TMC untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, Jambi dan Kalimantan Barat,” ujarnya.

Kepala Balai Teknologi Perubahan Cuaca (BBTMC) BPPT John Arifian mengatakan, pada kondisi curah hujan rendah, mudah terjadi titik api dan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan yang masif, sehingga upaya penerapan TMC diharapkan bisa berkurang. potensi ini.

“Masa peralihan dimulai pada Juni, musim kemarau berikutnya dimulai Juni hingga September, dan peralihan Oktober hingga Desember memasuki musim penghujan kedua,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan BBTMC BPPT Posko TMC Pekanbaru, Tukiyat, mengatakan tim TMC telah menyelesaikan empat misi cloud seeding, yakni menyemai bahan tanam hingga 2,4 ton NaCl.

Target penaburan Indragiri Hilir, Indra Giri Hulu, Siak, Bengkalis, Dumai, Pelalawan dan sekitarnya. Hingga hari ke-4 pelaksanaan TMK, volume air hujan mencapai 2,3 juta m3.

Operasi TMC di Provinsi Riau ini digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan BPPT, mitra APHI yaitu PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), TNI AU, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Satgas Riau Provinsi Karhutla dan mendapat dukungan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pemerintah Provinsi Riau dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

Artikel sebelumyaPMKM Darurat, Mobilitas Penduduk Zhabodetabek Anjlok
Artikel berikutnyaKasatgas COVID-19 ingatkan disiplin individu kunci sukses PPKM Darurat