Beranda Nusantara BPDAS Babel melindungi ekosistem pesisir dan mendorong restorasi mangrove.

BPDAS Babel melindungi ekosistem pesisir dan mendorong restorasi mangrove.

Mangrove tidak hanya mendukung ekosistem pesisir, tetapi juga dapat merangsang penyebaran biota laut.

Koba, Babel (ANTARA) – Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Baturus Tseruchuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melaksanakan program restorasi mangrove secara intensif untuk menjaga ekosistem pesisir dan merangsang persebaran biota laut.

“Program ini akan kami laksanakan secara intensif hingga tahun 2024 dengan melibatkan komponen masyarakat,” kata Kepala BPDAS Baturusa Cheruchuk, Textianto usai melakukan penanaman bibit mangrove bersama masyarakat di Desa Kurau, Kabupaten Bangkok Tengah, Kamis.

Ia menjelaskan, program restorasi mangrove saat ini menjalani skema padat karya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Dengan melibatkan masyarakat dalam program ini, setidaknya bisa menggerakkan perekonomian di tengah pandemi COVID-19 saat ini,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat Bang Tengah sangat antusias dengan pemeliharaan dan penanaman bibit mangrove.

“Bahkan di Desa Kurau ada kelompok masyarakat yang menanam bibit mangrove, mereka bisa memproduksi bibit sendiri dan berinisiatif menanamnya,” ujarnya.

Menurutnya, mangrove sangat penting untuk menjaga pantai dari abrasi.

“Selain itu, mangrove tidak hanya berfungsi untuk menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga dapat merangsang penyebaran biota laut,” ujarnya.

Kelompoknya mengaku telah melihat banyak contoh hasil tangkapan nelayan di daerah dengan kondisi mangrove yang lebih baik.

“Hutan mangrove ini merupakan rumah bagi biota laut, serta sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir,” kata Textianto.

Artikel sebelumyaRapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Kementerian Kominfo, KPI Pusat, KIP Pusat, dan Dewan Pers terkait Pagu Anggaran Kominfo T.A. 2022
Artikel berikutnyaBangka Tengah berencana tanam 99.000 pohon bakau