Beranda Nusantara BPBD Surakarta tingkatkan pengawasan Jembatan Sesek karena hujan deras

BPBD Surakarta tingkatkan pengawasan Jembatan Sesek karena hujan deras

Kami mohon kepada pengelola, saat hujan aktivitas penyeberangan dihentikan sementara

Solo (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta meningkatkan pemantauan Jembatan Sesek yang menghubungkan Kabupaten Sukoharjo dengan Kota Solo pasca hujan deras beberapa waktu lalu.

Kepala BPBD Surakarta Nico Agus Putranto di Solo, Jawa Tengah, Jumat mengatakan, intensitas curah hujan yang tinggi dapat berdampak pada banjir di Kali Bengawan Solo, di mana Jembatan Sesek berada.

“Oleh karena itu, kami meningkatkan pengawasan dan patroli di ruas-ruas sungai, terutama di sejumlah tempat yang rawan banjir,” katanya.

Jembatan Sesek sendiri baru-baru ini digunakan sebagai jalur alternatif bagi kendaraan roda dua untuk melewati Jembatan Mojo yang saat ini sedang dibangkitkan oleh pemerintah.

Pengemudi memilih Jembatan Sesek karena lebih cepat dari jalur alternatif yang disiapkan pemerintah, yakni Jembatan Batzem.

Ia mengatakan, pengawasan itu dilakukan sesuai instruksi Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Rak yang meminta BPBD dan SAR ikut memantau keberadaan jembatan bambu tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Setiap pagi dan sore selalu kami pantau, apalagi saat hujan deras. Kami kirim pegawai untuk mengecek debit air di sungai dan keberadaan jembatan. Kami minta ke pengelola kalau hujan, aktivitas penyeberangan dihentikan sementara, ” dia berkata. .

Sebelumnya, Gibran mengatakan, pemerintah setempat terus memantau untuk memastikan kekuatan dan keamanan Jembatan Sesek agar lebih aman bagi warga.

Dikatakannya, sebenarnya pemerintah tidak merekomendasikan jembatan Sesek sebagai jalur alternatif, mengingat dari segi keamanan tidak terlalu baik.

“Yang penting setelah selesainya perbaikan Jembatan Mojo, saya minta segera dibongkar,” ujarnya.

Artikel sebelumyaMenteri Lingkungan Namibia: 55 badak dan 2 gajah telah diburu sejak Januari
Artikel berikutnyaBanjir dan tanah longsor terjadi di tiga lokasi di Shikuruga, Kabupaten Sukabumi.