Beranda Nusantara BNPB memaparkan 17 desa terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Garut.

BNPB memaparkan 17 desa terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Garut.

Menurut data prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Garut hingga Minggu (25 September).

Jakarta (ANTARA). Abdul Muhari, Pj Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menjelaskan 17 desa terdampak banjir dan longsor di lima kecamatan di Kabupaten Garut.

Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu malam, Abdul mengatakan dalam siaran pers yang diterima Minggu pagi, desa-desa yang terkena dampak di kecamatan Pameungpeuk meliputi Pameungpeuk, Paas, Mandalaksih. , Sirnabakti dan Bojong Selatan.

Kemudian desa Jayabakti di kabupaten Banjarwangi. Desa Sukamukti dan Desa Sukanagara di Kecamatan Chisompet.

Selain itu, di wilayah Singajaya, desa Singajaya, Karangagung, Girimukti, Panchasura dan Sukamulya terkena dampaknya. Terakhir, di wilayah Chibalong, desa Mekarwangi, Mekarsari, Simpang dan Mekarmukti terkena dampaknya.

Laporan terakhir menyebutkan, kondisi sejumlah desa terdampak kini tak lagi tergenang air. Tim gabungan bersama masyarakat juga mulai membersihkan lumpur dan material yang terbawa banjir dan longsor.

Banjir dan tanah longsor yang melanda Garut, Jawa Barat pada Kamis (22 September) menewaskan satu orang dan menimpa 1.672 KK atau 4.876 jiwa.

Sebanyak delapan rumah dilaporkan rusak berat, empat rusak sedang, empat rusak ringan, 1.628 rumah rusak, tujuh candi rusak, lima jembatan rusak, empat persimpangan jalan rusak, dan tiga tembok penahan tanah (TPT) juga rusak.

Abdul menghimbau kepada warga sekitar untuk tidak panik, tetapi meningkatkan kewaspadaan. Penting bagi warga untuk waspada, terutama yang tinggal di daerah pegunungan atau di dekat tebing dan tepi sungai.

Pasalnya, menurut data prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan ringan hingga sedang di wilayah Kabupaten Garut masih berpotensi terjadi hingga Minggu (25/9).

“Masyarakat yang tinggal di lereng bebatuan dan bantaran sungai harus meningkatkan kewaspadaan. Jika hujan lebat lebih dari satu jam, disarankan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Abdul.

BNPB juga menghimbau para pengambil kebijakan daerah, bersama masyarakat, untuk melakukan segala upaya untuk memitigasi dampak dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Misalnya, membersihkan sungai dari membuang sampah sembarangan, bekerja sama dengan penduduk untuk menjaga lingkungan, dan memantau cuaca secara berkala.

Artikel sebelumyaBadai petir diperkirakan terjadi di lima kabupaten di Kalimantan Timur dari Minggu hingga Senin.
Artikel berikutnyaBMKG prediksi hujan di beberapa kota besar