Beranda Warganet BMKG: Waspadai angin kencang kering di lima wilayah NTT

BMKG: Waspadai angin kencang kering di lima wilayah NTT

Kupang (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga mewaspadai kemungkinan angin kering kencang yang bisa melanda lima kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Angin kencang yang kering pada musim kemarau perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT,” kata Agung Sudiono Abadi, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG El Tari Kupang di Kupang, Kamis.

Hal itu, kata dia, karena adanya peringatan dini cuaca untuk wilayah NTT selama tiga hari ke depan (18-20 Agustus).

Agung menyebutkan lima wilayah yang berpotensi terkena angin kencang, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Pulau Rote, Pulau Sabu, dan Pulau Sumba Timur.

Menurut dia, angin kering yang kencang dapat menyebabkan penyebaran cepat kebakaran hutan dan lahan ketika titik panas muncul.

“Oleh karena itu, masyarakat di daerah yang berpotensi terkena dampak harus mengantisipasi, menghindari kegiatan yang dapat menyebabkan titik panas,” katanya.

Agung menjelaskan, titik api pada umumnya terkait dengan aktivitas masyarakat, baik disengaja maupun tidak, seperti pembukaan lahan pertanian dengan cara dibakar.

Selain itu, buang puntung rokok sembarangan di area terbuka yang terdapat tumpukan rerumputan atau daun kering yang mudah terbakar.

“Kegiatan yang menimbulkan titik api seperti itu harus dihindari karena rawan kebakaran hutan dan lahan, yang dapat menyebar dengan cepat karena angin kencang,” katanya.

Agung menambahkan, angin kencang juga dapat menyebabkan tumbangnya pohon, tiang, baliho, dan benda lain yang dapat membahayakan keselamatan orang di sekitarnya.

“Oleh karena itu, masyarakat juga perlu mengantisipasi potensi dampak pemangkasan pohon yang tinggi dan rapuh di lingkungan,” ujarnya.

Artikel sebelumyaHWG ke-3 Membahas Pengembangan Vaksin dan Diagnosis yang Adil
Artikel berikutnyaNasDem ingin mempererat hubungan Indonesia-Australia