Beranda Nusantara BMKG Ternate Serukan Waspadai Badai Tropis

BMKG Ternate Serukan Waspadai Badai Tropis

Ternate (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate meminta masyarakat mengetahui badai tropis Badai Mindulle yang menyebabkan hujan deras disertai angin kencang.

Peramal Kelas I BMKG Sultan Baabullah Ternate Zaki Alin Noiri mengatakan kepada ANTARA, Sabtu, pihaknya mengeluarkan peringatan dini setelah memantau badai tropis pada koordinat 14.5LU dengan kecepatan angin maksimum di dekat pusat yang bergerak ke barat laut Maluku Utara. …

Selain itu, Zaki mengatakan pola angin di Indonesia bagian utara bergeser dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan angin 5 hingga 20 knot.

“Oleh karena itu, kami meminta warga Maluku Utara untuk tetap mengikuti perkembangan cuaca di Maluku Utara dan memantaunya, karena diperkirakan mulai sekarang hingga minggu depan masih ada kemungkinan hujan lebat disertai angin kencang.

Sementara itu, Pemprov Maluku Utara mengimbau pengguna kapal untuk terus memantau kondisi cuaca agar tidak terjadi gelombang tinggi yang dapat membahayakan lalu lintas laut, terutama gelombang kecil.

Armin Zakaria, Kepala Dinas Perhubungan Maluku Utara, secara terpisah menegaskan bahwa semua petugas akan selalu mengeluarkan peringatan dan imbauan terkait keselamatan navigasi, terutama di musim pancaroba ini.

Selain itu, pihaknya mengimbau kepada semua pihak, terutama pengguna dan penyedia jasa transportasi laut, untuk tetap mengikuti perkembangan kondisi cuaca ekstrem selama musim pancaroba pekan lalu.

Selain itu, menurut laporan dari BMKG setempat, termasuk Maluku Utara, diprediksi akan terkena dampak kondisi cuaca ekstrem dengan gelombang laut tinggi dan angin kencang.

“Kami menghimbau kepada masyarakat dan semua pihak yang terkait di bidang transportasi laut untuk mengikuti anjuran dan arahan petugas khususnya operator atau pengendara dan pemilik speed boat, tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari BMKG, serta mengikuti arahan petugas di darat seperti Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota dan Syahbandar yang berhak mengeluarkan izin navigasi. Kalau tidak ada izin berlayar, jangan berlayar,” ujarnya.

Artikel sebelumyaVaksin itu aman kemarin, hingga revisi UU ASN melonggarkan birokrasi.
Artikel berikutnyaJambi bertujuan untuk mengurangi emisi sebesar 14 juta ton CO2e dengan BioCF-ISFL.