Beranda Nusantara BMKG minta ditingkatkan pengalaman evakuasi mandiri pascagempa

BMKG minta ditingkatkan pengalaman evakuasi mandiri pascagempa

Jika mereka merasa kaget dan menemukan diri mereka berada di dekat pantai, orang-orang segera pergi.

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dvikorita Karnavati meminta jajarannya menginformasikan kepada masyarakat sekitar tentang kemungkinan evakuasi pascagempa.

Yang paling penting, kata Dvikorit, adalah menggunakan kearifan lokal untuk membuat masyarakat pesisir mengungsi ke ketinggian lebih cepat jika mereka merasakan gempa.

“Tolong ingatkan masyarakat jika merasakan gempa, yang di pantai harus menjauh, kearifan lokal akan dikuatkan,” kata Dvikorita dalam konferensi pers online yang dipantau dari Jakarta, Senin malam.

Dvikorita menyarankan ada teori 20 hitungan untuk menghindari tsunami. Namun, teori ini dalam perkembangannya sudah tidak berlaku lagi saat ini.

Dia meminta masyarakat pesisir yang merasakan gempa dalam waktu sepuluh detik untuk segera menjauh dari pantai.

Selain itu, Dvikorita juga meminta kewaspadaan terhadap kerusakan bangunan di dataran pantai aluvial dekat episentrum di Teluk Tomini, Kabupaten Toho Una-Una, Sulawesi Tengah.

Hal ini, lanjutnya, karena tanah aluvial pantai masih lunak, berpasir, dan gembur. Biasanya, sebuah bangunan dapat dengan mudah rusak jika dipukul dengan kekuatan lebih dari 6.

Selain itu, Dvikorita meminta masyarakat tetap tenang dan memantau informasi dari BMKG baik melalui aplikasi maupun media sosial.

Jika merasa shock dan berada di dekat pantai, Dvikorita meminta masyarakat untuk segera menjauh.

“Kami juga memiliki jaringan radio umum RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia), mohon bantuannya jika tidak ada sinyal telepon. Kami juga meminta RRI (Radio Republik Indonesia) untuk menyebarluaskan,” ujarnya.

Sebelumnya pada Senin pukul 19.09 WIB, gempa kembali terjadi di Kabupaten Tojo Una Una. Setelah pukul 10:52 WIB, gempa berkekuatan 5,9 SR menyebabkan getaran kuat selama 2 hingga 3 detik, yang dirasakan oleh penduduk setempat.

Parameter gempa menunjukkan bahwa pusat gempa terjadi 59 km timur laut Toho Una-Una pada kedalaman 10 km. Lokasi gempa berada di laut. Menurut model BMKG, gempa tidak dapat menyebabkan tsunami.

Sedangkan gempa yang terjadi Senin pukul 10:52 WIB, pusat gempa berada di 55 km timur laut Toho-Una-Un dengan kedalaman yang sama, 10 km.

Dilihat dari jenis dan mekanisme gempanya, fenomena yang dihasilkan adalah jenis gempa bumi dangkal akibat deformasi yang disebabkan oleh sesar lokal. Analisis mekanisme fokus menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme gerakan normal atau normal. kesalahan

Hingga pukul 19.40 WIB, hasil pantauan BMKG menunjukkan gempa susulan atau setelah terkejut sekali dengan M3.4.

BMKG merekomendasikan agar warga garis pantai Bolaang dan Bunta menjauh dari pemantauan dan tetap tenang. BNPB mengimbau warga untuk tidak panik dan mengikuti situasi atau informasi dari sumber resmi seperti BMKG, BNPB dan BNPB setempat.

Artikel sebelumyaBupati Bogor Serukan Pelemahan Sektor Usaha Kecil di 4 PPKM
Artikel berikutnyaGubernur Lucas Enembe Rilis Tiga Buku Terkait Papua