Beranda Warganet BMKG memberikan peluang iklim maritim kepada nelayan dari Lembata

BMKG memberikan peluang iklim maritim kepada nelayan dari Lembata

Jakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan pengetahuan terkait cuaca maritim dan informasi iklim kepada para nelayan di Regensi Lembata, Nusa Tenggara Timur, yang akan berlangsung mulai 30 Oktober hingga 2 November 2021.

“Nelayan membawa mata uang terbesar kedua ke Indonesia dan kegiatan ini harus terus dilakukan di seluruh Indonesia setiap tahun,” kata Kepala Pusat Meteorologi Kelautan, Eco Praseto, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Eco mengatakan, nelayan tidak lagi mencari ikan, tetapi akan menangkap ikan melalui pelatihan keterampilan dalam program Sekolah Lapang Cuaca untuk Nelayan (SLCN).

SLCN merupakan konsep sekolah lapangan untuk memberikan informasi pemanfaatan produk BMKG pada iklim dan cuaca maritim.

“Pengetahuan ini dapat memberikan informasi kepada nelayan tentang perkiraan keberadaan ikan yang berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” katanya.

Pelaksanaan SLCN dilakukan dalam beberapa tahap dengan partisipasi peserta dengan berbagai pengalaman dan materi yang disesuaikan dengan peserta.

Untuk kegiatan tahun ini, peserta menjangkau nelayan yang membutuhkan informasi latar belakang untuk mendukung kegiatan di daerah ini.

Pembukaan acara berlangsung pada hari Sabtu di aula kantor Wulandoni Camat di Lembate, dihadiri oleh Kepala Pusat Meteorologi Laut Eco Prasetio, Kepala Stasiun Meteorologi Laut Tenau Moh. Xiaeful Hadi, Camat Wulandoni Hadi Umar, Direktur Eksekutif Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lembata Ir. Cyprian Meru dan Dinas Perikanan Lembaty.

“Para nelayan di sini masih menggunakan insting saat melaut, dengan adanya informasi cuaca maritim dari BMKG, diharapkan para nelayan dapat melihat kondisi cuaca sebelum melaut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Ketua Wulandoni Hadi Umar. . perkenalannya dengan SLCN.

Wulandoni berharap kegiatan SLCN di Nusa Tenggara Timur meluas ke seluruh kecamatan, tidak hanya kabupaten dan kota.

Artikel sebelumyaLaNialla: Konstitusi memberi ruang bagi calon presiden non-partisan
Artikel berikutnyaCEO BRIN membuka Institut Teknologi Nuklir Politeknik Indonesia