Beranda Warganet BMKG imbau warga Jateng waspadai potensi bencana hidrometeorologi

BMKG imbau warga Jateng waspadai potensi bencana hidrometeorologi

Purwokerto (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Jawa Tengah bagian selatan, khususnya Cilacap, Banyumas dan sekitarnya, untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

“Karena beberapa hari ke depan masih diprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” kata Tegu Wardoyo, Ketua Tim Teknis BMKG Stasiun (Stamet) Cilacap, Teguh Wardoyo, saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu.

Menurut dia, kelompoknya pada Minggu (14 Agustus) menerbitkan prakiraan cuaca berdasarkan dampak hujan lebat untuk Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan Kebumen, yang berlaku hingga Senin (15 Agustus) pukul 07:00 WIB dan akan diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut.

Dalam hal ini wilayah Kabupaten Cilacap dengan status siaga meliputi Kecamatan Chipari, Chimanggu, Wanareja, Majenang, Karangpukung dan Nusavungu, sedangkan Kabupaten Banyumas dengan status siaga terdiri dari Kecamatan Goumelar, Pekunsen, Chilongok, Kemrangen, Sumpiu dan Tambak.

Sedangkan wilayah yang menjadi perhatian di Kabupaten Kebumen antara lain Kecamatan Rowokele, Ayah, Adimulho, Kuvarasan, Karanganyar, Gombong, Karanggayam, Karangsambung, Alian, Pejagoan, Sruweng, Kebumen, Ponkovarno, Klirong, dan Petanahan.

“Terpapar hujan lebat dapat menimbulkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan sambaran petir,” jelasnya.

Terkait hal itu, Teguh menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada jika terjadi hujan deras dan berbagi informasi dengan teman serumah.

Selain itu, kata dia, masyarakat dihimbau untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar rumah dan mengupdate informasi melalui media dan media sosial, termasuk meminta informasi melalui pihak-pihak yang terkait dengan bencana.

“Kalau tidak ada keperluan mendesak, lebih baik tidak keluar rumah. Amankan dokumen-dokumen penting, termasuk produk AC, agar aman dari bencana alam dan pastikan untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam bencana alam,” katanya.

Selain itu, Teguh mengatakan berdasarkan analisis dinamika atmosfer pada Minggu (14 Agustus), indeks Enso Nino sebesar 3,4 masih negatif 0,57 yang berdampak signifikan terhadap peningkatan curah hujan harian di Indonesia. “Biasanya indeks Enso berada di kisaran 0,5,” ujarnya.

Selain itu, dipole mode index (DMI) memiliki nilai negatif sebesar 0,80 yang berdampak signifikan terhadap aliran uap air dari Samudera Hindia ke Indonesia bagian barat. Dengan demikian, aktivitas pembentukan awan di Indonesia bagian barat menjadi signifikan.

Dalam hal ini, mode dipol merupakan fenomena interaksi laut-atmosfer di Samudera Hindia, yang dihitung dari perbedaan nilai atau perbedaan suhu permukaan laut antara pantai timur Afrika dan pantai barat Sumatera.

“Perbedaan nilai anomali suhu permukaan laut ini disebut dipole mode index (DMI). DMI dianggap normal bila nilainya sekitar 0,4,” kata Teguh.

Selain itu, menurut dia, saat ini terpantau gelombang atmosfer berupa ekuator Rossby di selatan Sumatera, Jawa, Bali, dan kepulauan Nusa Tenggara.

Curah hujan dalam beberapa hari terakhir juga disebabkan oleh anomali suhu permukaan laut yang lebih hangat 1 hingga 3 derajat Celcius, sehingga ada kemungkinan penguapan tambahan di Selat Malaka, di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, katanya. , Laut Natuna, Selat Karimata, Selat Sunda, Laut Jawa, Selat Madura dan Laut Bali.

Kemudian di Samudera Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Flores, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Teluk Tomini, Teluk Bone, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Laut Sawu, Laut Timor, Laut Arafuru, Laut Halmahera, Sendravasikh . teluk dan Samudera Pasifik utara Papua.

“Berdasarkan indeks tersebut, diperkirakan masih ada peluang hujan dalam beberapa hari ke depan,” kata Teguh. ***3***

Artikel sebelumya"Pencurian Raden Saleh" rilis terbatas di bioskop tertentu pada 17 Agustus
Artikel berikutnyaBetrand Peto-Evi Masamba kembali "Terbang di bawah bendera negaraku"