Beranda Nusantara BMKG imbau masyarakat Aceh waspadai angin puting beliung saat pergantian musim

BMKG imbau masyarakat Aceh waspadai angin puting beliung saat pergantian musim

Banda Aceh (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Provinsi Aceh untuk mewaspadai puting beliung akibat cuaca ekstrem pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

“Kita masih dalam masa transisi, jika masa transisi ini memang banyak fenomena seperti angin topan, lalu hujan lebat, tapi tidak dalam waktu yang lama,” kata koordinator data dan informasi BMKG Aceh Besar Zakaria Ahmad di Banda-Ahh pada Jumat.

Zakaria menjelaskan, pengaruh awan cumulonimbus yang tidak terlalu tinggi pada musim pancaroba menyebabkan terjadinya angin topan dan hujan lebat, namun tidak berlangsung lama.

Kemudian, kata dia, musim ini juga cenderung memiliki hujan lokal, berbeda dengan musim hujan yang ditandai dengan intensitas tinggi dan distribusi curah hujan yang merata di hampir seluruh wilayah Indonesia bagian barat.

“Menurut perkiraan kami, masa transisi ini akan berlangsung hingga akhir September, dan pada awal Oktober akan ada musim hujan di Aceh,” kata Zakaria.

Wilayah yang harus diwaspadai banjir akibat curah hujan sedang hingga lebat selama masa transisi antara lain Aceh-Tamiang, Aceh Timur, Aceh Selatan, dan Kota Langsa, katanya.

Sedangkan wilayah yang harus diwaspadai angin topan antara lain Aceh Tenggara, Gayo Luz, Bener Meria, dan Aceh Tengah.

“Kecepatan angin rata-rata pada masa transisi ini 5-20 km per jam. Namun saat ada hembusan dari awan cumulonimbus membuat kecepatan angin puting beliung mencapai 60-80 km per jam,” kata Zakaria.

Pada Kamis (15 September), Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan sekitar 22 rumah di Aceh Tenggara rusak akibat puting beliung.

“Kecepatan angin di Aceh Tenggara kemarin, dilihat dari kerusakannya, bisa mencapai 80 km per jam, tetapi durasinya pendek, maksimal 10 menit,” kata Zakaria.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tingginya gelombang laut yang mencapai hingga 4 meter di wilayah Aceh.

“Mewaspadai kemungkinan tingginya gelombang laut yang bisa mencapai 4 meter di perairan Samudera Hindia Barat di dalam dan sekitar Aceh,” ujarnya.

Sedangkan di perairan Selat Malaka Utara, perairan Sabang Banda Aceh dan perairan Lhokseumave, ketinggian gelombang laut mencapai 1,25 meter,

Sedangkan perairan utara Sabang, perairan barat Aceh dan perairan Meulaboh Kabupaten Aceh Barat-Sinabang Pulau Simeulue dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter.

“Gelombang laut pada masa peralihan lebih rendah karena terkait juga dengan peralihan angin dari angin barat ke angin timur, sehingga bertepatan dengan masa peralihan angin dan peralihan hujan,” ujarnya. .

Artikel sebelumyaPenyebab kematian gajah di Bengkulu diperkirakan terkait penyakit.
Artikel berikutnyaKota Denpasar Bali mengingatkan mitra untuk menyelesaikan TPST tepat waktu