Beranda Nusantara BMKG: Awal musim hujan di Jambi berbeda

BMKG: Awal musim hujan di Jambi berbeda

dihitung dari pangkalan kedua September hingga pangkalan pertama Oktober 2021

Jambi (ANTARA) – Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Taha Jambi mengatakan awal musim hujan di Provinsi Jambi pada 2021 akan bervariasi karena perbedaan zona musim.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Sultan Thaha Jambi, Annisa Fauzia di Jambi, Rabu (1/9), mengatakan secara keseluruhan musim hujan di Provinsi Jambi diperkirakan mulai pada paruh kedua September. hingga 1 Oktober 2021.

Namun untuk wilayah 27 yaitu sebagian wilayah Kabupaten Bungo bagian timur, sebagian wilayah Kabupaten Merangin bagian timur dan sebagian Kabupaten Tebo bagian selatan, serta sebagian Kabupaten Sarolangun dan sebagian Kabupaten Batanghari bagian barat, sudah memasuki tahap awal. musim hujan 2021 pada hari kedua Agustus 2021.

Annisa Fauzia menjelaskan, banyak faktor pengendali cuaca yang mempengaruhi hujan di Provinsi Jambi. Kondisi tersebut terpantau di wilayah Jambi selama dua hari terakhir yang diguyur hujan akibat sirkulasi siklon di perairan timur Jambi.

Sirkulasi siklon atau pusaran udara di perairan timur Jambi menyebabkan angin menyatu dan membengkok yang menyebabkan naiknya awan hujan di Provinsi Jambi.

“Akhir musim hujan di Jambi juga akan berbeda, karena zona musimnya berbeda, secara umum musim hujan di Jambi akan berlangsung hingga Mei 2022,” kata Annisa Fauzia.

Secara umum intensitas curah hujan pada musim hujan di Provinsi Jambi adalah dari normal sampai di atas normal. Intensitas normal berarti curah hujan sama dengan curah hujan rata-rata selama 30 tahun terakhir.

BMKG Jambi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai badai petir dan angin kencang. Hujan deras disertai petir dan angin kencang terjadi pada sore, malam, dan dini hari.

“Selain itu, kami juga melihat potensi dampak seperti genangan air, banjir, kerusakan atap, pohon tumbang dan kurangnya visibilitas saat berkendara,” katanya.

Sementara itu, secara umum di perairan timur Jambi, tinggi gelombang berada pada kategori tenang hingga rendah. Ketinggian gelombang berkisar antara 0,1 meter hingga 1,25 meter.

Namun Anda perlu berhati-hati saat cuaca buruk di laut. Awan cumulonimbus dapat menyebabkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

“Angin kencang yang tiba-tiba dapat meningkatkan ketinggian gelombang, sehingga nelayan disarankan untuk berhati-hati saat menangkap ikan karena dapat menyebabkan cuaca buruk,” kata Annisa.

Artikel sebelumyaPemerintah kota Chilegon mengingatkan industri untuk memperhatikan keselamatan kerja
Artikel berikutnyaBMKG: Waspada Hujan Deras dan Angin kencang di Sumut