Beranda Nusantara BKSDA selamatkan bayi gajah dari jebakan di Aceh Jaya

BKSDA selamatkan bayi gajah dari jebakan di Aceh Jaya

Gang Aceh (ANTARA) – Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh berhasil menyelamatkan seekor bayi gajah dari jebakan yang nyaris mematahkan belalainya.

Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto di Kalanga mengatakan, Minggu, kelompoknya menerima informasi dari masyarakat pada Sabtu (13/11) seekor anak sapi terlihat bergerak sendiri (terpisah dari kelompoknya) dengan belalai yang terluka dan terlihat jebakan. menempel pada batang pohon di dekat desa Alu Meuraksa, kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya.

Tim tersebut terdiri dari staf BKSDA Aceh, staf medis, Resort Aceh Jaya dan CRU Sampoiniet, BKPH Teunom-KPH I; CRU Aceh; PKSL FKH-USK, serta masyarakat saat itu, langsung melakukan pencarian untuk menyelamatkan anak gajah liar tersebut.

Menurut dia, bayi gajah itu baru ditemukan pada Minggu (14/11) sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan Desa Alu Meuraksa.

“Tim berhasil menemukan anak gajah liar dan mengobatinya dengan obat pereda nyeri, serta melepaskan lilitan yang masih menempel di belalainya,” kata Agus Arianto.

Ia menambahkan, berdasarkan pantauan tim medis, diketahui seekor anak gajah liar betina berusia sekitar 1 tahun mengalami luka parah akibat terjepit di tengah belalainya yang diperkirakan bertahan sekitar 1 tahun. … … banyak waktu.

“Berdasarkan temuan tim medis, anak gajah liar itu perlu penanganan lebih lanjut dan harus dievakuasi ke kampus Sari, Aceh Besar,” katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelamatkan bayi gajah sumatera.

Agus Arianto menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama melestarikan alam, khususnya satwa liar gajah sumatera, tanpa merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, dan tidak menjebak, melukai, dan membunuh.

Kemudian melarang penyimpanan, pemilikan, penyimpanan, pengangkutan dan perdagangan satwa yang dilindungi, hidup atau mati, dan penolakan memasang perangkap atau racun yang dapat mengakibatkan kematian satwa dilindungi, yang dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan peraturan.

Artikel sebelumyaPeduli lingkungan untuk mencegah bencana alam
Artikel berikutnyaJalan Trans-Kalimantan Banjir, Warga Kalteng Diminta Waspada