Beranda Warganet BKKBN kaget 82.000 anggota keluarga di Kalimantan Tengah divaksinasi

BKKBN kaget 82.000 anggota keluarga di Kalimantan Tengah divaksinasi

Palangka Rai (ANTARA) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan 82.000 anggota keluarga divaksinasi di tiga kabupaten di Kalimantan Tengah untuk meminimalkan kemungkinan penyebaran COVID-19.

“Targetnya 52.000 keluarga di Palangka Raya dan sisanya warga Kabupaten Pulang Pissau dan Kabupaten Katingan,” kata M. Yani, penanggung jawab kegiatan vaksinasi keluarga di BKKBN Pusat di Palangka Raya, Jumat.

Dia menjelaskan, vaksinasi nanti akan mencakup dosis pertama dan kedua vaksin, dan tujuannya adalah untuk mengirimkannya dalam waktu 20 hari.

“Pelaksanaannya masih dikoordinasikan oleh perwakilan BKKBN dan pemerintah daerah. Nantinya, vaksin akan disiapkan oleh BKKBN. Namun, jika pemerintah daerah memiliki stok vaksin, ini bisa disepakati ke depan,” kata Jani.

Melalui berbagai upaya percepatan vaksinasi tersebut, kekebalan kelompok akan segera terwujud sehingga penyebaran COVID-19, serta potensi keparahan dan kemungkinan kematian di antara orang yang terinfeksi virus dapat ditekan.

Kepala Kantor BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Irzal menjelaskan, ketiga kabupaten tersebut dipilih sebagai target karena salah satunya mobilitas penduduk yang umumnya tinggi dan mudah dijangkau.

Ia mengatakan, pengenalan vaksin keluarga sendiri diamanatkan oleh Presiden BKKBN RI dalam mendukung percepatan vaksinasi COVID-19 oleh pemerintah daerah.

“Targetnya adalah ibu hamil, lansia, remaja usia 12-17 tahun, dan seluruh anggota keluarga yang berhak mendapatkan vaksin COVID-19,” kata Irzal.

Implementasinya juga bertujuan untuk memastikan tidak mengganggu jadwal vaksin atau peraturan yang diberlakukan oleh otoritas setempat. Untuk itu bidan akan dilibatkan dalam vaksinasi ini sebagai vaksinator.

Dikatakannya, 52 bidan dilatih di Palangka Raya dan siap menjadi vaksinator. Selain itu, ada juga bidan yang berpengalaman jika staf membutuhkan tambahan vaksin.

“Secara teknis, kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan program ini sejalan dengan tujuan dan sejalan dengan pengenalan vaksinasi COVID-19 oleh pemerintah daerah,” katanya.

Hal itu disampaikan Irzal saat audiensi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya, dalam hal ini Sekda Hera Nugrahayu.

“Kami menyambut baik program vaksinasi keluarga ini. Artinya, secara tidak langsung kita akan menerima tambahan 52.000 dosis vaksin pertama dan kedua. Semoga tujuan vaksinasi kita cepat tercapai,” kata Gera.

Perempuan berhijab itu juga meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Kependudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), bersama BKKBN Kalteng menyusun strategi agar vaksinasi keluarga tidak bertentangan dengan imunisasi. jadwal yang ada.

Artikel sebelumyaKetua DPD mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keluarga.
Artikel berikutnyaKemenag optimistis bisa menjadi pemain global dalam ekspor produk halal.