Beranda Warganet BKKBN-Dharma Pertiwi TNI Tinjau Keluarga Kecil di Jawa Barat

BKKBN-Dharma Pertiwi TNI Tinjau Keluarga Kecil di Jawa Barat

Jakarta (ANTARA) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Dharma Pertiwi TNI menganalisis keberadaan keluarga berisiko stunting pada anak (stunting) di Provinsi Jawa Barat.

Keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan bahwa acara peninjauan kembali dilaksanakan di markas besar wilayah militer 0618/BS, Kota Bandung, Jawa Barat. Kajian tersebut dilakukan karena hasil Survei Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Jawa Barat masih tinggi yaitu 24,5 persen.

Ketua Umum Dharma Pertiwi Dia Erviani Trisnamurti Hendrathi Andika Perkasa mengunjungi layanan kontrasepsi metode operasi wanita (MOW) dan metode operasi pria (MOP) dalam ulasannya. Layanan MOW dan MOP melayani 85 akseptor MOW dan tiga akseptor MOP.

Kajian dilanjutkan dengan dialog dengan ibu hamil dan menyusui serta balita untuk menginformasikan kepada ibu tentang pentingnya mengoptimalkan 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak untuk mencegah stunting.

Dalam kunjungan tersebut, istri Panglima TNI Andika Perkas didampingi Ketua Kelompok Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil, dan istri Komandan Kodam Silivangi, Mia Kunto Arif. Dalam kunjungannya, istri Panglima TNI itu juga melihat demo masak yang diselenggarakan oleh BKKBN Masak Sehat Atasi Perawakan Pendek (Dashat) di Jawa Barat.

“Produk sederhana dan alami yang tersedia di lingkungan kita sudah cukup untuk diet seimbang selama 1000 hari pertama kehidupan,” kata Atalia.

Kajian diakhiri dengan bantuan makanan pendamping ASI untuk anak di bawah dua tahun dan ibu hamil.

Acara tersebut merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh BKKBN dan TNI pada Senin (8 Agustus) dalam rangka percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Kepala BKKBN Jabar Wahidin mengatakan kerjasama antara BKKBN dan TNI merupakan salah satu strategi untuk mencapai tujuan tersebut. nol keterbelakangan pertumbuhan baru di Jawa Barat.

Wahidin mengatakan kerja sama ini sejalan dengan visi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk mengurangi stunting. Bersama TNI, diharapkan pendidikan dan pengetahuan keluarga dapat menjangkau lapisan masyarakat di desa.

“Ketika mereka belajar tentang perawakan pendek, pengetahuan itu akan diteruskan ke komunitas mereka yang dibesarkan dengan baik. Di sinilah pentingnya kerjasama,” kata Vakhidin.

Turut hadir Deputi Advokasi, Mobilisasi dan Informasi BKKBN Sucario Teguh Santoso, Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI Dr Budiman, Asisten Panglima Teritorial TNI Mayjen Purvo Sudaryanto dan Komandan Kodim 0618/Kota Bandung Donny I Bainuri.

Artikel sebelumyaFakultas Kedokteran dan Farmasi Unhas mencari pengobatan alternatif untuk malaria
Artikel berikutnyaKemendiqboudrystek memberikan beasiswa bagi peserta IOI 2022