Beranda Warganet Bio Farma terus mendistribusikan vaksin di 34 provinsi.

Bio Farma terus mendistribusikan vaksin di 34 provinsi.

Jakarta (ANTARA) – PT Bio Farma (Persero) terus mendistribusikan vaksin COVID-19 di 34 provinsi di Indonesia yang jumlahnya disesuaikan dengan persebaran dan permintaan Kementerian Kesehatan RI.

“Vaksin dapat didistribusikan jika telah melalui tahapan tertentu, seperti mengisi dan menyelesaikan, pengemasan serta uji karantina untuk vaksin yang diterima dalam bentuk berat (bahan baku),” kata Sekretaris Perusahaan sekaligus Juru Bicara Bio Farma Bambang Herianto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat malam.

Hingga Selasa (27 Juli), Bambang mengatakan Indonesia telah menerima 173,3 juta dosis vaksin, termasuk 144,7 juta dosis bahan baku yang diimpor dari Sinovac dan 28,6 juta dosis produk jadi. dari Indonesia: AstraZeneca, Covax dan Bateral, Sinopharm dan Moderna.

Menurut Bambang, vaksin tersebut dikemas dalam bahan baku hingga 144,7 dosis, dengan perkiraan 117,3 juta dosis vaksin jadi setelah melalui proses pembuatan.

Hingga Kamis (29 Juli), Bambang mengatakan, Bio Farma telah mengolah 117,1 juta dosis bahan baku vaksin COVID-19 yang siap didistribusikan di 34 provinsi di Indonesia.

“92,1 juta dosis produk jadi diproduksi dari bahan baku ini, di mana 74 juta dosis telah diterima.” rilis batch dan 18,1 juta dosis dalam proses karantina,” ujarnya.

Sedangkan untuk vaksin yang diperoleh dalam bentuk produk jadi, kata Bambang, hanya akan melalui proses karantina.

“Dalam proses pendistribusian, Bio Farma bertanggung jawab melaksanakan pendistribusian vaksin dari Bio Farma ke kabupaten/kota. Pelaksanaan pendistribusian tentunya akan didasarkan pada pendistribusian dan permintaan dari Kemenkes,” ujarnya.

Dikatakannya, saat pendistribusian, kita masih perlu mencari vaksin yang siap didistribusikan atau sudah diterima. tempat kosong dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain hal tersebut, kata Bambang, Bio Farma juga akan mengkaji kapasitas penyimpanan fasilitas kesehatan di tempat tujuan.

Bio Farma saat ini terus mendistribusikan vaksin COVID-19 ke seluruh provinsi di Indonesia. Misalnya, sejak Senin (26 Juli) telah mendistribusikan vaksin ke 34 provinsi, termasuk 2,1 juta vaksin AstraZeneca.

Pendistribusian vaksin juga dilakukan pada Rabu (28/7) dengan 1,6 juta dosis, terdiri dari 300.100 dosis AstraZeneca dan 1,3 juta dosis Moderna. Pada Kamis (29/7), Bio Farma kembali mengirimkan 3,1 juta dosis vaksin, antara lain 1,2 juta dosis vaksin AstraZeneca, 1,9 juta dosis vaksin COVID-19, dan 47.400 dosis vaksin Moderna.

Dengan demikian, total pendistribusian kumulatif vaksin COVID-19 hingga Kamis (29/7) telah mendistribusikan 85 juta dosis, antara lain 3 juta dosis Coronavac, 67,7 juta dosis Bio Farma COVID-19, dan 12,8 juta dosis AstraZeneca.

Bambang memastikan kelanjutan pendistribusian vaksin, dimana pada Jumat (30 Juli) dilakukan redistribusi ke 19 provinsi dengan jumlah vaksin hingga 1.106.600 dosis, di antaranya 332.300 dosis vaksin AstraZeneca dan 774.300 dosis vaksin COVID-19 dari Bio Farma.

Bio Farma, holding BUMN farmasi, masih memiliki pasokan seperti Astrazeneca Covax dan pasokan bilateral, dari 14,8 juta dosis yang diterima Bio Farma, 12,8 juta di antaranya telah disalurkan, sehingga sisanya di Bio Farma ada sekitar 2 juta dosis.

Terkait vaksin Moderna, dari 4,5 juta dosis yang diterima Bio Farma, 1,5 juta dosis sudah dispensi dan 3 juta sisanya siap dispensi.

“Ini menyatukan sisa stok di Bio Farma sebesar 5,1 juta ditambah vaksin COVID-19 Bio Farma yang baru saja diterima. tempat kosong per 29 Juli 2021, hanya 5,4 juta dosis. Sehingga total stok Bio Farma sebanyak 10,5 juta dosis siap kirim, dan selanjutnya masih tersedia. berat yang sedang berproduksi di Bio Farma,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, Indonesia berencana untuk terus menerima sekitar 45 juta vaksin COVID-19 tambahan yang dijadwalkan untuk Agustus 2021, termasuk Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.

Artikel sebelumyaKabut mulai menyelimuti Banjarbara, Kalimantan Selatan
Artikel berikutnyaHutan Wanagama UGM mulai dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19