Beranda Hukum Bima Arya menyambut baik DPRD menyetujui Raperda penyertaan modal bank BJB

Bima Arya menyambut baik DPRD menyetujui Raperda penyertaan modal bank BJB

Peraturan ini menjadi pendorong untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

Kota Bogor (ANTARA) – Walikota Bogor Bima Arya menyambut baik persetujuan DPRD setempat atas rancangan peraturan daerah (Raperda) kepemilikan negara PT Bank BJB yang akan segera menjadi peraturan daerah.

Praktis menghadiri sidang pleno pemaparan tiga rancangan peraturan daerah yang disampaikan Wakil Walikota Bogor Dediye A Rahim dan Sekda Sharifa Sofia, Kamis, Bima mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota dewan.
Dia mengatakan aturan itu sejalan dengan perubahan aturan tentang penyertaan modal pemerintah daerah di perusahaan itu, serta Bank BJB yang saat ini sedang mengembangkan bisnis untuk menjaga rasio kecukupan modal.
Selain itu, kata Bima Arya, Pemerintah Kota Bogor perlu mempertahankan kepemilikan saham sebesar 0,48 persen dari total modal Bank BJB dengan besaran yang sesuai dengan harga saham yang berlaku, yakni maksimal Rp 7 miliar.
“Penyertaan modal dilakukan melalui mekanisme yang berlaku di Bursa Efek Indonesia, tergantung pada ketersediaan pasar dan kemampuan keuangan daerah, yang dimasukkan dalam anggaran APBD sesuai dengan ketentuan undang-undang,” ujarnya. .
Tiga proyek dipresentasikan dalam rapat paripurna: Raperda PMP PT Bank Jabar Banten (BJB), kemudian Raperda Keuangan Daerah dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.
Selanjutnya, inisiatif Raperda DPRD ditambahkan ke situs Kota HAM dan Pesantren.
Bima Arya berharap dengan disahkannya Perda ini dapat menjadi pendorong percepatan pemulihan ekonomi masyarakat.
Peningkatan transaksi ekonomi di masyarakat akan didorong oleh kejelasan regulasi permodalan dan aturan penganggaran.
“Kami berterima kasih kepada DPRD yang telah menyetujui Raperda BJB dan menerima draf lainnya,” kata Bima.

Artikel sebelumyaPangkoopsau II meninjau serangan vaksinasi COVID-19 di Magetan
Artikel berikutnyaKejari Dumai memperoleh bukti penyelundupan hewan sitaan