Beranda News Berkurangnya Jumlah Pasien di Klinik Wisma Atlet – Anugerah HUT RI

Berkurangnya Jumlah Pasien di Klinik Wisma Atlet – Anugerah HUT RI

Jakarta (ANTARA) – Koordinator Klinik Wisma Atlet, Mayjen Satgas Ratmono mengatakan, penurunan jumlah pasien di Wisma Atlet Kemayoran Rumah Sakit Darurat COVID-19 Jakarta merupakan kado istimewa dalam rangka HUT ke-76 kemerdekaan RI. Republik Indonesia.

Satgas TNI Mayjen Ratmono, dalam keterangan tertulis, Selasa di Jakarta, mengatakan jumlah pasien COVID-19 per hari sebanyak 1.503 pasien dengan tingkat okupansi 19,04 persen. Jumlah tersebut jauh di bawah puncak kasus COVID-19 pada 30 Juni 2021 yang sebanyak 7.157 pasien.

“Ini adalah hadiah untuk kita semua di Hari Kemerdekaan. Mudah-mudahan terus menurun dan pandemi segera berakhir,” ujarnya.

Ratmono menjelaskan, penurunan jumlah pasien tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh komponen pemerintah, kelompok sasaran COVID-19, TNI-Polri dan seluruh lapisan masyarakat.

“Peningkatan kepatuhan terhadap disiplin protokol kesehatan menjadi faktor penting dalam bekerja sama memutus mata rantai penularan COVID-19,” jelas Ratmono.

Selain itu, kata dia, upaya 3T, yaitu: pengujian, pelacakan, dan perawatan Semakin baik Anda dapat mencegah penularan lebih lanjut. Untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri, upaya pengobatan juga ditingkatkan sehingga memperlambat laju penularan.

Kepala Puskesmas TNI-AD menilai kebijakan pemerintah tentang penerapan Pembatasan Kegiatan Darurat (PPKM) atau PPKM Level 4 yang telah diperpanjang beberapa kali telah membuahkan hasil.

“Kebijakan jangka panjang ini jelas berdampak besar dalam memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujarnya.

Ratmono berharap semua pihak tidak puas dengan penurunan jumlah pasien tersebut. Dia mengingat kejadian sebelumnya: setelah angka turun, terjadi kelalaian dan protokol kesehatan tidak lagi diikuti, sehingga penularan COVID-19 meningkat lagi.

“Kita tidak perlu berkecil hati lagi, apalagi ancaman COVID-19 bisa muncul dengan opsi-opsi baru. Kita harus tetap waspada,” kata Ratmono.

Ratmono menekankan, faktor vaksinasi yang berkembang juga berperan signifikan dalam menurunkan jumlah kasus penularan COVID-19. Meski dikatakan orang yang divaksin tidak akan kebal sepenuhnya, dengan adanya vaksin, kondisi tubuh mereka akan lebih baik jika terinfeksi COVID-19, dibandingkan jika tidak divaksinasi.

Wisma Atlet RSDC juga menggelar Upacara Kemerdekaan untuk memperingati HUT RI ke-73 dengan protokol kesehatan yang ketat yang mewajibkan seluruh peserta upacara untuk memakai bahan berbahaya (hazmat).

Upacara tersebut dihadiri oleh sekitar 100 pekerja medis dengan pakaian pelindung. Separuh peserta upacara mengenakan pakaian hazmat merah, dan separuh lainnya mengenakan pakaian hazmat putih. Formasi tersebut kemudian membentuk warna bendera Indonesia, merah putih.

Inspektur upacara adalah koordinator operasional Klinik Atlet Kemayorana, Kolonel Stefanus Doni. Upacaranya mirip dengan hari kemerdekaan Indonesia pada umumnya, antara lain pengibaran bendera merah putih diiringi Lagu Indonesia Raya, antara lain pembacaan proklamasi, mengheningkan cipta sejenak untuk menghormati para pahlawan, pembacaan proklamasi oleh inspektur upacara, dan pembacaan pembukaan UUD 1945.

Artikel sebelumyaPenjaga nilai negara tanamkan optimisme di HUT ke-76
Artikel berikutnyaPembebasan Hari Kemerdekaan Indonesia bagi narapidana di berbagai wilayah Indonesia