Beranda Hukum Bea Cukai Banten Aksi Hancurkan BB

Bea Cukai Banten Aksi Hancurkan BB

Tangerang (ANTARA) – Layanan Pengawasan dan Kepabeanan Bea dan Cukai (CCSS TMP) Merak dan TMP A Tangerang, Banten bersama kejaksaan melakukan pemusnahan barang bukti milik negara (BB) hasil penuntutan di bidang cukai pada periode tersebut. 2021 hingga 2022 yang berpotensi menimbulkan kerugian hingga Rp 7,4 miliar.

Kepala Bea Cukai Banten Rahmat Subagio dalam keterangan tertulis yang diterima di Tangerang, Selasa, mengatakan barang kena cukai yang dimusnahkan itu terdiri dari 9.574.560 batang rokok, 429 batang cerutu, 8,39 batang tembakau, 4.124 liter berisi etil alkohol, 663 kancing, serta 2 kotak. mie daging sapi kaldu emas.

“Nilai barangnya diperkirakan sekitar Rp 10,4 miliar, dan potensi kerugian negara diperkirakan Rp 7,4 miliar. tentang tidak dilaksanakannya hak menerima penerimaan negara,” ujarnya usai pemusnahan BB akibat aksi di Kantor Wilayah DJBC Lapangan Banten.

Menurut dia, dalam pemusnahan barang kena cukai tersebut juga ditemukan barang bukti penyitaan oleh kejaksaan Kota Tangerang berupa 4.392.400 batang rokok ilegal. Dengan perkiraan nilai barang Rp 8,8 miliar dan kerugian negara Rp 6,27 miliar.

Menurutnya, dengan ditemukannya sejumlah produk ilegal tersebut yang menimbulkan kerugian material dan non material karena berdampak pada tidak terpenuhinya hak-hak penerimaan negara, penguasaan pasar bagi produsen rokok resmi yang tunduk pada regulasi dan juga dapat membahayakan kesehatan masyarakat sebagai konsumen karena untuk bahan baku dan proses produksi yang tidak terjamin kualitasnya.

“Pemusnahan dilakukan dengan tujuan untuk memusnahkan, menghilangkan fungsi dan sifat asli dari barang tersebut sehingga tidak dapat digunakan kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kegiatan penegakan hukum sejak awal Januari hingga Juli 2022, Bea dan Cukai Banten melakukan 743 tindakan.

“Hasil dari aksi tersebut diperoleh tembakau, etil alkohol, minuman yang mengandung etil alkohol, vape dan produk lainnya, dengan total kerugian negara mencapai Rp 31,5 miliar. Selain itu, ada juga 16 bahan investigasi, dimana 13 bahan dianggap lengkap. (P-21),” ujarnya.

Namun, pihaknya kini berkomitmen pada inti tanggung jawab dan fungsi melindungi masyarakat dengan mengendalikan peredaran barang kena cukai ilegal dan mengamankan potensi pendapatan yang menjadi hak keuangan publik, serta menjaga iklim usaha dan industri di dalam negeri. . sehingga perekonomian Indonesia dapat pulih lebih cepat tumbuh lebih kuat.

Artikel sebelumyaAnggota DNR Lasmi Indaryani menolak menjadi saksi untuk membela ayahnya
Artikel berikutnyaGubernur Jambi mendesak UMKM mendaftarkan merek ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.