Beranda Nusantara BBKSDA Papua melepas 17 jenis burung ke hutan biasa

BBKSDA Papua melepas 17 jenis burung ke hutan biasa

Jayapura (ANTARA) – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melepas 17 jenis kekaguman di Hutan Adat Isho, Desa Repang Muaife, Kecamatan Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Sabtu.

Kepala BBKSDA AG Papua, Martana di Jayapura mengatakan, satwa yang dilepasliarkan antara lain dua ekor burung nuri kabaret (Psittrichas fulgidus), tiga ekor kakatua raja (Probosciger aterrimus), delapan ekor nuri kesturi (Lorius lory), tiga ekor nuri (Lorius lory). Eclectus roratus). ) dan satu ekor kakatua koki (Cacatua Galerita).

“Pelepasliaran ini juga dalam rangka memperingati 77 tahun kemerdekaan Republik Indonesia melalui penyelamatan satwa liar negara,” katanya.

Menurut Martana, pelepasliaran satwa selalu melalui proses panjang dan boros energi yang bertujuan untuk mengembalikan satwa liar ke habitat aslinya.

“Untuk itu, kami kembali menghimbau semua pihak untuk terus menciptakan dan meningkatkan kesadaran akan perlindungan satwa liar dan habitatnya,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat mampu menjaga alam dan segala isinya tetap terjaga.

Dijelaskannya, hutan adat Isho merupakan salah satu tempat pelepasliaran satwa liar, sehingga pemeliharaannya membutuhkan dukungan dari semua pihak.

Ia menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Alex Vaysimon, manajer visioner Hutan Adat Isio, yang telah mencapai tingkat kesadaran yang sangat tinggi untuk melindungi alam yang perlu direstorasi di Papua.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan, Perlindungan dan Konservasi BBKSDA Papua Lusiana Daya Ratnavati menjelaskan, dua burung kakatua kabaret tersebut merupakan hasil penangkapan tumbuhan dan satwa liar oleh Bareskrim Khusus Polda Papua pada 18 Juli 2022. .

Sedangkan satwa lainnya merupakan hasil perlindungan tumbuhan dan satwa liar oleh Balai Penegakan Hukum dan Pengamanan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Maluku Papua Seksi III Jayapura pada 26 Juli 2022, katanya.

Menurut Luciana, seluruh satwa yang telah melewati masa habituasi di Kandang Transit Satwa Buper Waena Jayapura, dinyatakan sehat dan siap dilepasliarkan ke alam liar.

Menurut dia, satwa tersebut dilindungi undang-undang berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, yang daftar jenis satwanya tertuang dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P. 106/MENLHK/SETJEN/KUM.12.01.2018.

Sementara itu, dalam daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN), semua hewan berstatus Least Concern/LC (low risk), kecuali burung beo kabaret dengan status Vulnerable/VU (rentan).

Selain itu, Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) mencantumkan semua hewan ini pada Appendix II, dengan pengecualian king cockatoo, yang terdaftar pada Appendix I.

Artikel sebelumyaKLHK mengajak masyarakat untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi sumber ekonomi
Artikel berikutnyaKalimantan Selatan merestorasi 30 ribu hektar hutan per tahun