Beranda News Bawaslu Kudus: 13 orang mengadukan namanya dipakai parpol

Bawaslu Kudus: 13 orang mengadukan namanya dipakai parpol

Kudus (ANTARA) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 13 orang yang mengadukan namanya digunakan sebagai kader parpol tertentu dan masuk ke sistem informasi parpol. KPU (Sipol).

“Puluhan orang ini tidak merasa menjadi bagian dari partai politik tertentu, sehingga mereka mengadu ke Bawaslu Kudus,” kata Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan di Kudus, Senin.

Ia mengatakan, latar belakang pelamar beragam mulai dari mahasiswa, pengusaha, mahasiswa, pegawai swasta, guru bahkan non-PNS hingga para penasehat agama Islam di Kementerian Agama Kabupaten Kudus yang juga terwakili di beberapa partai politik.

Sedangkan menurut dia, asal usul mereka tersebar di beberapa desa, mulai dari Desa Loram Wetan, Desa Tumpangkrasak, Desa Kalivungu, Desa Besito, Desa Klumpit, Desa Singokandi, Desa Sendono, Desa Sungingan, dan Desa Pasuruhan Kidul.

Alasan pengaduan puluhan orang berbeda-beda, di antaranya ada yang meyakini namanya digunakan oleh partai politik dan masuk dalam pengelola data center dengan jabatan wakil ketua, meski tidak ada komunikasi dan kesepakatan dengan pihak terkait. orang yang bersangkutan.

“Ada juga yang mengaku tidak pernah menjadi anggota atau pengurus parpol, tapi namanya tercantum dalam Sipol. Ada juga yang mengaku bukan anggota partai tertentu, tapi namanya tercantum dalam Sipol. Ada juga yang keberatan karena namanya terdaftar di Sipol,” katanya.

Terkait hal itu, lanjutnya, KPU juga memberikan layanan khusus untuk pengecekan keanggotaan partai politik. Bagi masyarakat di Kudus yang merasa bukan anggota parpol, tapi setelah dicek namanya melalui http://infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Cari_nik ternyata masuk sipol bisa mengadu ke CPU atau Bawaslu.

“Bawaslu RI dan seluruh Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota telah membuka posko pelayanan pengaduan masyarakat pada tahap ini. Di Kudus, catatan kotak surat pengaduan Bawaslu Kabupaten Kudus per Minggu (21/8) termasuk 13 orang yang mengadu ke https://tinyurl.com/laporbawaslukudus,” ujarnya.

Bawaslu Kudus kemudian meneruskan pengaduan tersebut dengan mengirimkan surat berisi saran perbaikan ke KPU Kabupaten Kudus.

Masa pendaftaran parpol sebagai calon peserta pemilihan umum 2024 dibuka mulai 1 Agustus hingga 14 Agustus 2022. Sedangkan langkah selanjutnya adalah memasukkan verifikasi administrasi (parasit) dokumen gugatan parpol.

Sesuai dengan Keputusan KPU No. 260/2022, KPU kabupaten/kota melakukan kajian administratif terhadap persyaratan kepesertaan partai politik pada 16-29 Agustus 2022. Peninjauan administrasi dibagi menjadi beberapa tahap.

Artikel sebelumyaWarna Soundwave Baru Diperkenalkan di Album Debut "ULANG ULANG"
Artikel berikutnyaGanjar: Rapat PDIP-NasDem wakil pimpinan partai