Beranda Warganet Basarnas berhenti mencari orang hilang di lima puluh kota

Basarnas berhenti mencari orang hilang di lima puluh kota

Hasil masih nol

Sarilamak (ANTARA) – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Pos Limapuluh Kota, Sumatera Barat menghentikan pencarian Hasnadi (30) yang dilaporkan hilang saat mengunjungi makam keluarganya di Talang Maua, Kamis (15/8). .

Koordinator Pos Basarnas Lima Puluh Kota Robi Saputra di Sarilamak, Kamis, mengatakan kelompoknya terpaksa menghentikan pencarian selama tujuh hari.

“Kami telah melakukan upaya untuk melacak dan menyisir dengan hati-hati dan mengawasi setiap tumpahan atau tanda-tanda orang yang selamat, tetapi hasilnya masih belum meyakinkan,” katanya.

Ia mengatakan, pada hari kelima, warga melihat korban. Korban terlihat linglung dan berjalan melewati hutan lalu menghilang.

“Akibat informasi tersebut, posko mendapat perhatian khusus dan langsung memfokuskan area pencarian di lokasi titik tebak, namun hasilnya tetap nihil,” ujarnya.

Dari informasi yang didapat saat pengkajian dengan tim Basarnas, SAR gabungan, Nagari dan Babinsa, diketahui korban memiliki kebiasaan menghilang dengan cara ini dan akan pulang sendiri.

“Sementara sesuai SOP, jika tidak ada indikasi, kelompok SAR akan resmi menutup operasi SAR ini pada pukul 13.00 WIB,” katanya.

Ia mengatakan, penggeledahan akan dilakukan kembali jika ditemukan tanda-tanda atau hal-hal yang menunjukkan kondisi korban.

Tim gabungan dilibatkan dalam pencarian, yakni Basarnas, Aparatur Nagari, Pemadam Kebakaran Lima Puluh Kota, KSB, Media, BPBD, PMI, Orari, Palito dan lain-lain.

Sebelumnya, pria bernama Hasnadi (30 tahun) yang berasal dari Ujung Batu, Kepulauan Riau, dilaporkan hilang saat hendak mengunjungi salah satu makam keluarganya di Talang Maua, Kabupaten Limapuluh Kota.

“Yang bersangkutan bermaksud menjenguk orang tuanya yang sakit di Talang Maua, Kabupaten Mungka, setelah meninggalkan rumah orang tua penyintas, ia terus mengunjungi makam melalui hutan, namun penyintas tidak pulang hingga siang hari,” katanya.

Artikel sebelumyaKilas Nusa Antara Edisi COVID-19
Artikel berikutnyaDirjen: Perlu untuk mengintensifkan pengembangan mineral laut dalam.