Beranda Warganet Bantul perketat PPKM Mikro cegah lonjakan kasus COVID-19-19

Bantul perketat PPKM Mikro cegah lonjakan kasus COVID-19-19

Gubernur DIY perintahkan PPKM Mikro diperketat, benar-benar harus diterapkan di masyarakat

Bantul (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperketat pembatasan lingkungan (PPKM Mikro) di tingkat kabupaten untuk mencegah lonjakan penularan COVID-19.

“Gubernur Yogyakarta telah menginstruksikan untuk memperketat PPKM Mikro dan menerapkannya di masyarakat,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslikh menanggapi lonjakan kasus COVID-19 di Bantul, Kamis.

Instruksi Bupati 15 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro untuk pengendalian penyebaran COVID-19 di Bantul yang berlaku mulai 15 hingga 28 Juni 2021 antara lain menyebutkan bahwa acara-acara publik, pertemuan masyarakat (RT), dasawisma, PKK harus ditunda.

Kemudian, untuk upacara kematian (layatana atau doa bersama), cukup dengan menginformasikan lingkungan setempat di desa dan mempercepat pemakaman jenazah, sedangkan untuk doa bersama hanya terbatas pada keluarga inti.

Sementara itu, acara seni, sosial dan budaya harus dibatalkan, dan perayaan, pernikahan, Thanksgiving, dan acara tradisional serupa harus dilarang di zona merah dan oranye RT karena risiko penularan kasus COVID-19.

Namun, di zona RT di zona kuning dan hijau, perayaan, pernikahan, hajatan, dan acara adat serupa dapat diadakan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat dan membatasi jumlah tamu hingga 50 orang.

Bupati melanjutkan, selain memperketat PPKM Mikro, pemerintah daerah juga berupaya menambah ruang isolasi atau tempat tidur bagi pasien COVID-19 baik di rumah sakit khusus maupun di shelter milik pemerintah kabupaten dan desa.

“Hal ini dilakukan dalam rangka kembali mengantisipasi peningkatan jumlah pasien Covid-19. Dari sisi sumber daya manusia, kami telah merekrut banyak relawan COVID-19 yang ditugaskan di shelter dan rumah sakit,” kata Bupati yang juga kepala departemen. Kelompok Sasaran Bantul COVID-19.

Menurut Gugus Tugas COVID-19 Bantul, jumlah kasus positif hingga Kamis (24/6) sebanyak 18.540, di antaranya 14.838 sembuh dan 440 meninggal, sehingga total pasien COVID-19 yang masih diisolasi. adalah 3262.

Artikel sebelumyaAntisipasi Kenaikan Trafik Jelang PON XX Papua, Menkominfo Siapkan Backup Telekomunikasi
Artikel berikutnyaRS Temanggung mengubah VIP menjadi bangsal isolasi