Beranda Hukum Bambang Tree didakwa dengan ujaran kebencian dan penistaan

Bambang Tree didakwa dengan ujaran kebencian dan penistaan

Jakarta (ANTARA) –

Penyidik ​​Direktorat Kejahatan Siber Bareskrim Polri memeriksa Bambang Tri Muliono sebagai tersangka pada Kamis terkait dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan/atau penistaan ​​agama berbasis SARA.
Kepala Bagian Penerangan Masyarakat (Kabagpenum) Bagian Humas Polri Kombes Paulus. Nurul Aziza mengatakan, penggeledahan dilakukan berdasarkan nomor laporan polisi: LP/B/0568/IX/2022 Bareskrim Polri tertanggal 29 September 2022.
“Adapun tersangka pertama SNR (Sugi Noor Rahardja), dan kedua BTM (Bambanga Tri Muliono),” kata Nurul di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis malam.
Pelapor Dodo Baidlovi melaporkan Bambang Tri dan Sugi Noora atas dugaan penodaan agama pasal 156 huruf a KUHP pasal 45 ayat 2 jo pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 perubahan. terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang Berkaitan dengan Ujaran Kebencian Berdasarkan Suku, Ras, Agama, dan Afiliasi Antargolongan.

Kemudian ayat (1) pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang hukum pidana tentang penyebaran berita bohong untuk menimbulkan masalah di masyarakat.
Nurul mengatakan, ada 23 saksi yang diperiksa dalam kasus ini. “Penyidik ​​memeriksa saksi, yakni 23 saksi dan 7 ahli,” katanya.
Selain itu, penyidik ​​juga menyita barang bukti berupa satu buah barang bukti. flashdisktangkapan layar berikutnya dan dua lembar tangkapan layar surat video.

Mengenai apakah penahanan akan dilanjutkan setelah penangkapan dan penyidikan, Nurul mengatakan perkembangan kasus akan dilaporkan keesokan harinya. Saat ini status Bambang Tiga masih diperiksa.

Bambang Tri Muliono ditangkap sehubungan dengan sumber, pembicara, pengelola, pemilik, pengguna, dan/atau pihak yang menguasai akun resmi gusnur13 YouTube atas ujaran kebencian dan/atau penistaan ​​agama berbasis SARA.
Bambang diketahui telah mengajukan gugatan atas keaslian ijazah Presiden Jokowi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (10 Maret), dengan mengklasifikasikan kasus tersebut sebagai perbuatan melawan hukum (PMH).
Diketahui pula, Bambang Tree ditahan penyidik ​​Polsek CID pada 30 Desember 2016 terkait pelanggaran yang sama terhadap UU ITE terkait buku Jokowi “Undercover”, yang diduga hanya berisi tuduhan.

Artikel sebelumyaKomnas HAM berharap investigasi Kanjuruhan akan meningkatkan sepakbola Indonesia
Artikel berikutnyaSertifikat kematian untuk orang Indonesia yang ditembak mati di Texas akan dikeluarkan 14 Oktober