Beranda Hukum Azis Shyamsuddin ditahan oleh PKC

Azis Shyamsuddin ditahan oleh PKC

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR RI Azis Shyamsuddin (Arizona) setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap yang melibatkan KPU Kabupaten Lampung Tengah …

“Setelah penyidik ​​memeriksa saksi-saksi yang ada sekitar 20 orang saksi dan diperkuat dengan alat bukti, tim penyidik ​​menahan tersangka selama 20 hari pertama, terhitung 24 September 2021 sampai 13 Oktober 2021 di Polres Jakarta Selatan, Rutan,” kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bakhuri saat konferensi pers di gedung PKC di Jakarta, Sabtu pagi.

Sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19, tersangka Azis akan terlebih dahulu melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan Praperadilan.

Meninggalkan gedung PKC, Azis, yang mengenakan rompi penjara PKC, memilih untuk tetap diam ketika dikonfirmasi oleh media. Azis langsung masuk ke mobil penangkapan PKC yang hendak membawanya ke Rutan Polres Jakarta Selatan.

Dalam kasus tersebut, PKC menduga Azis menyuap mantan penyidik ​​PKC Stepanus Robin Pattuy (SRP) sebesar Rs 3,1 miliar.

“Sejak komitmen awal transfer uang dari AZ ke SRP dan MH (Maskur Hussein/Pembela) sebesar Rs 4 miliar, baru terealisasi Rs 3,1 miliar,” kata Firli.

Firli menjelaskan, sekitar Agustus 2020, Azis yang merupakan politisi Partai Golkar menghubungi Robin dan meminta bantuan dalam kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado (AG) yang saat ini sedang diselidiki PKC.

Aliza Gunado adalah pegawai Partai Golkar, mantan wakil ketua Angkatan Pemuda PP Partai Golkar (AMPG).

“Selain itu, SRP juga menghubungi MH untuk ikut mengamankan dan menangani kasus tersebut,” kata Firli.

Setelah itu, lanjutnya, Maskur menyuruh Azis dan Alize menyiapkan masing-masing Rp 2 miliar.

“SRP juga merujuk langsung ke AZ mengenai permintaan jumlah uang yang ditunjukkan, dan kemudian disetujui oleh AZ. Artinya ada kesepakatan,” ujarnya.

Selain itu, Firli mengatakan Maskur diduga meminta uang muka kepada Azis sebesar Rp 300 juta.

“Secara teknis, transfer uang dari Arizona dilakukan dengan cara transfer ke rekening bank menggunakan rekening bank milik MH. Kemudian SRP mengirimkan nomor rekening bank ke AZ, ”katanya.

Sebagai bentuk komitmen dan tanda penyelesaian, kata Firli, Azis yang menggunakan rekening atas namanya sendiri diduga mengirimkan uang senilai Rp 200 juta secara bertahap ke rekening milik Muskur.

“Kembali pada Agustus 2020, SRP juga diduga datang ke pertemuan dengan AZ di kediaman dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang bertahap ke AZ, yaitu $ 100.000, S $ 17.600 dan S $ 140.500, ”katanya . dikatakan.

Ia bersaksi bahwa uang valas tersebut kemudian ditukar oleh Robin dan Maskur di “kantor penukaran” menjadi mata uang rupee dengan menggunakan identitas pihak lain.

Dalam hal ini, Azis diduga melanggar pasal 5 ayat (1), huruf a, pasal 5 ayat (1), huruf b, atau pasal 13 UU 31.
1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. *** 2 ***

Artikel sebelumyaPKC Umumkan Azis Shyamsuddin sebagai Tersangka
Artikel berikutnyaPKC Menyesal Azis Syamsuddin Tertangkap dalam Kasus Suap