Beranda Warganet Atasi stunting di desa, Kemendes PDTT-BKKBN mengintegrasikan data

Atasi stunting di desa, Kemendes PDTT-BKKBN mengintegrasikan data

Kemendes PDTT dan BKKBN bisa bersinergi mengatasi stunting di desa

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Pemukiman Kembali (Kemendes PDTT) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan menggabungkan data untuk memerangi stunting di desa.

“Data BKKBN dan data yang telah dikumpulkan oleh desa (data berbasis SDGs pedesaan) perlu dikonsolidasikan. Jadi jelas dana desa bisa digunakan untuk itu dan dana desa bisa dikonsentrasikan,” kata Mendes Abdul Halim Iskandar kepada PDTT dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Data tersebut, lanjutnya, nantinya akan dijadikan dasar kebijakan pengelolaan stunting di setiap desa.

Dikatakannya, penanggulangan stunting di desa sejalan dengan salah satu tujuan SDGs, yaitu mewujudkan desa yang sehat dan sejahtera.

Ia berharap Kementerian Desa, PDTT dan BKKBN dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah stunting di desa.

Diakuinya, selama ini dana yang dialokasikan ke desa untuk pengobatan stunting masih relatif kecil.

Namun, kata dia, pengelolaan stunting bisa mendapatkan alokasi yang lebih tinggi jika memang desa sangat membutuhkan.

“Kita bisa mengingatkan para pembantu desa untuk memantau APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) agar tidak melupakan stunting. Pendamping desa tahu di desa mana RT pangkalan tahanan berada,” kata Mendes saat audiensi dengan Kades. BKKBN Hasto Vardoyo.

Halim Iskandar, yang biasa disapa Gus, mengatakan dana desa dialokasikan untuk dua hal, yakni peningkatan perekonomian dan kualitas sumber daya manusia di desa.

Menurutnya, keterlambatan pertumbuhan penting untuk menjamin kualitas sumber daya manusia yang tinggi di desa.

“Dana desa terutama untuk dua hal, yaitu ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia. Yang jelas stunting termasuk dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.

Sementara itu, Hasto Vardoyo mengatakan penyelesaian masalah stunting di desa akan lebih efektif jika dilakukan melalui desa.

Ia berharap penanganan stunting secara serius akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempercepat terciptanya desa yang sehat dan sejahtera.

“Pembangunan jika dilakukan dari pedesaan akan lebih efisien. Karena jalan diberdayakan,” kata Hasto Vardoyo.

Artikel sebelumyaKetua DPD RI menyampaikan agenda FGD safari amandemen konstitusi.
Artikel berikutnyaKeturunan Sultan Aceh mengirim surat meminta bantuan kepada Presiden Turki