Beranda Hukum Aset yang disita Asabri naik menjadi Rs 16 triliun

Aset yang disita Asabri naik menjadi Rs 16 triliun

Menyita aset asing memang tidak mudah jika tidak ada negara yang secara sukarela membantu. Namun, belum.

Jakarta (ANTARA) – Penyidik ​​Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus di bawah Kejaksaan Agung terus melacak aset tersangka korupsi Asabri senilai Rp 16,2 triliun.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Supardi mengatakan pihaknya telah berhasil mengumpulkan aset tersangka hingga Rp 1 triliun selama beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, nilai aset yang berhasil dihimpun penyidik ​​meningkat dari Rp 15,2 triliun menjadi Rp 16,2 triliun.

“Ya sudah selesai (Rp 16,2 triliun). Sebagian besar perhitungan selesai kemarin. Akumulasi untuk Asabri, kalau dapat Rp 1 triliun, kemarin ada Rp 15,2 triliun, ditambah Rp 1 triliun atau Rp 16,2 triliun dari saat penyitaan,” kata Supardi usai dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Penyidik ​​Jampidsus baru-baru ini menyita aset milik tersangka Teddy Tjokrosaputro berupa hotel butik Lafayette di Yogyakarta dan pusat perbelanjaan Ambon City Center.

Supardi mengatakan pihaknya masih mencari aset tersangka dan terdakwa korupsi Asabri untuk mengembalikan kerugian keuangan pemerintah yang dihitung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp 22,78 triliun.

Ia juga mengakui, aset yang disita masih belum cukup untuk menutupi kerugian nominal negara akibat skandal korupsi.

“Kami berupaya mendapatkan aset sebanyak-banyaknya dalam rangka penggantian kerugian pemerintah,” kata Supardi.

Ini juga termasuk aset yang berada di luar negeri. Namun, Supardi mengatakan diperlukan mekanisme Mutual Legal Assistance Agreement (MLA) untuk penyitaan aset di luar negeri.

“Tidak mudah menyita aset asing jika tidak ada negara yang sukarela membantu. Namun, ini belum terjadi, ”kata Supardi.

Selain itu, penyidik ​​di Gedung Bundar menyita barang milik tiga tersangka baru dalam kasus Asabri.

Ketiga tersangka tersebut adalah Edwar Seki Surjajaya, mantan direktur Ortos Holeing Ltd, kemudian Beti Halim, mantan komisaris presiden PT Sinergi Millennium Sekuritas, dan Rennier Abdul Rahman Latif dan komisaris PT Sekawan Intipratama.

Tiga tersangka berstatus terpidana dan tertuduh dalam sejumlah kasus korupsi lainnya.

Supardi mengatakan, penyidik ​​melakukan inventarisasi aset tiga tersangka yang diduga terlibat korupsi Asabri.

“Insya Allah akan ada. Hal ini karena dia ditahan dalam kasus yang berbeda, tidak terlalu terburu-buru dengan kasus terpisah, dengan proses penahanan. Intinya itu suatu saat, ya, di situ,” kata Supardi. …

Dalam kasus Asabri, delapan terdakwa saat ini menghadapi pengadilan korupsi di Jakarta, dan empat tersangka baru adalah individu.

Selain tersangka individu, penyidik ​​Kejaksaan Agung juga menetapkan 10 manajer investasi sebagai tersangka korporasi dalam kasus Asabri.

Sepuluh tersangka manajer investasi yaitu PT IIM, PT MCM, PT PAAM, PT RAM dan PT VAM, kemudian PT ARK, PT. OMI, PT MAM, PT AAM dan PT CC.

Artikel sebelumyaMahfood mengingatkan kita untuk tidak memisahkan pulau-pulau terluar dari Indonesia.
Artikel berikutnyaDPR Panjah: Dukungan Fraksi Hambatan Pengambilan Keputusan RUU TPKS