Beranda News Anggota DNR puji pemerintah Jokowi atas penanganan gejolak ekonomi

Anggota DNR puji pemerintah Jokowi atas penanganan gejolak ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi XI DPR RI, Muhamad Misbahun memuji kerja pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengoordinasikan solusi permasalahan ekonomi untuk mengatasi guncangan ekonomi akibat pandemi COVID-19. . dan kenaikan harga minyak dunia.

“Kepemimpinan Presiden Jokowi di bidang ekonomi diberikan oleh Menko Perekonomian Pak Airlangga Hartarto, ada Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani yang memiliki kebijakan fiskal yang sangat baik, kemudian didukung oleh Pak Perry dengan jajaran Bank Indonesia. ,” kata Misbahun dalam keterangan yang diterima, Minggu di Jakarta.

Ia mengatakan, pencapaian ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antara Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Varjiyo.

Hal itu disampaikan Misbahun di hadapan ratusan konstituennya pada acara “Mensosialisasikan Cinta Rupee: Bela Negara Tanpa Senjata” yang digelar di Kantor Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (13/8).

Sekretaris Jenderal Organisasi Wiraswasta Indonesia Pusat (SOKSI) kemudian mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 5 Agustus. BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,44 persen, kata Misbahun.

“Secara positif. Sementara harga BBM di luar negeri fluktuatif, apakah di Indonesia akan naik atau tidak? Benar, tidak,” katanya.

Misbahoon mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk mempertahankan subsidi bahan bakar. Namun, dia mengatakan kebijakan fiskal dalam mendukung harga BBM harus didukung oleh kebijakan moneter.

Sebagai pembuat kebijakan moneter, BI memainkan peran besar dalam menjaga ketersediaan dana, kata Misbahoon.

“Nah, dari mana subsidi ini? Sebagian dari pajak pemerintah, sebagian dari Bank Indonesia,” kata Misbahun.

Ia menjelaskan, pemerintah dan BI menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Jilid III. SKB berisi perjanjian “berbagi beban” yang memungkinkan dukungan didanai melalui surat berharga negara (SBN).

Menurut dia, dengan skema ini, BI membeli SBN dari pemerintah.

“Dengan SKB Volume III, pemerintah mendapatkan ruang fiskal yang lebih luas berkat dukungan Bank Indonesia,” kata Misbahun.

Ia menambahkan, semua orang kini diuntungkan dengan kebijakan subsidi BBM pemerintah.

Inflasi tetap terkendali, katanya, meskipun harga minyak terus berfluktuasi karena konflik antara Rusia dan Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

“Jika kita melihat perang Rusia-Ukraina, yang menyebabkan kenaikan harga minyak, ada inflasi yang tinggi di berbagai negara. Di Indonesia, hanya inflasi di bawah sepuluh persen,” katanya.

Artikel sebelumyaLab Polri mengawal Komnas HAM untuk mengusut TKP Duren Tiga.
Artikel berikutnyaDeretan film tentang perjuangan kemerdekaan layak ditonton jelang Hari Kemerdekaan Indonesia.