Beranda Hukum Anggota Brimob terlihat membawa koper ke departemen CID.

Anggota Brimob terlihat membawa koper ke departemen CID.

Sejauh ini, penyidik ​​sedang mendalami motif pembunuhan Brigjen J.

Jakarta (ANTARA). Sekitar pukul 15:43 WIB Rabu, dua anggota Brimob terlihat mendatangi Bareskrim Polda Metro Jaya dengan membawa koper berwarna hitam kemudian meninggalkan gedung pada pukul 16:14 WIB.

Dua anggota Brimob mengenakan seragam dinas lapangan bermotif garis-garis atau seragam garis-garis perintis dan baret biru. Menurut informasi yang diterima, koper yang dibawa berisi barang bukti sitaan dalam kasus pembunuhan Brigjen J.

Sebelumnya, Satpol PP melakukan penggeledahan di tiga lokasi di kediaman Irjen Polri. Ferdie Sambo, tersangka pembunuhan Brigjen J di Duren Tiga No. 58, Jalan Saguling dan Jalan Bangka. Ketiganya berada di wilayah Jakarta Selatan.

Hal ini diumumkan oleh kepala departemen hubungan masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Paul. Dedi Prasetio mengatakan, semua barang bukti yang ditemukan di lokasi penggeledahan sudah disita dan saat ini sedang dilakukan penyidikan.

“Barang bukti yang disita sedang dipelajari dan diperiksa penyidik,” kata Dedi.

Dedi tidak merinci barang bukti dari rumah Ferdy Sambo karena masih dalam penyelidikan.

“Tidak disampaikan karena itu teknis penyidik,” kata Dedi.

Penggeledahan yang dilakukan penyidik ​​Timsus Polri dimulai Selasa (08.09) pukul 15.16 WIB dan berakhir Kamis sekitar pukul 01.00 WIB. Acara tersebut dijaga ketat oleh anggota Brimob yang menjaga tiga lokasi dan kemudian memasang garis polisi.

Pencarian diumumkan pada hari yang sama oleh Inspektur Jenderal Paul. Ferdy Sambo sebagai tersangka Kapolri Jenderal Paul. Listjo Sigit Prabowo.

Inspektur Jenderal Polisi. Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga tersangka lainnya, yakni Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada R.E. atau Bharada E., Brigadir (Bripka) Ricky Rizal atau Bripka R.R., dan seorang tersangka sipil bernama Strong atau K.M. (supir Putri Kandravati).

Mereka didakwa dengan Pasal 340 KUHP Federasi Rusia (pembunuhan berencana), melengkapi Pasal 338 KUHP Federasi Rusia. junta Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Kasus tersebut juga mengungkap fakta bahwa Brigadir Nofriansah Yosua Khutabarat atau Brigadir J ditembak mati oleh Bharad E. atas perintah Inspektur Jenderal Polisi. Fredy Sambo. Penyelidikan oleh Timsus Polri tidak menemukan insiden penembakan yang serupa dengan laporan kasus aslinya.

Kasus penembakan terhadap Brigadir Jenderal J terjadi di rumah dinas mantan Kapolres Propam, Irjen Paul. Ferdy Sambo, Komplek Polsek Düren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) lalu. Sejauh ini, penyidik ​​sedang mendalami motif pembunuhan Brigjen J.

Artikel sebelumyaPetugas Lapas Pemuda Madiun Tangkap Kurir Narkoba Dengan Ketapel
Artikel berikutnyaPolisi menangkap anggota Perbakin karena kepemilikan senjata secara ilegal di Lubuk-Linggau.