Beranda News Anas Tahir: Jangan gegabah, meski perang melawan COVID-19 dianggap yang terbaik

Anas Tahir: Jangan gegabah, meski perang melawan COVID-19 dianggap yang terbaik

Kita harus tetap waspada terhadap kemungkinan penyebaran COVID-19.

Jakarta (ANTARA) – Anas Tahir, Komisioner IX DPR RI, mengatakan masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaan meski upaya Indonesia melawan COVID-19 termasuk salah satu yang terbaik di dunia.

Anas Tahir mengatakan kepada wartawan di Jakarta pada hari Senin bahwa kebijakan pemerintah dalam memerangi virus harus terus didukung.

“Jangan sampai sebutan ini membuat kita jumawa. Kita harus tetap waspada terhadap kemungkinan penyebaran COVID-19,” kata Anas Tahir.

Anas Tahir menanggapi penilaian Universitas Johns Hopkins di mana Indonesia bernama ” salah satu yang terbaik dalam menangani kasus COVID-19.

Indonesia telah berhasil mengurangi jumlah kasus COVID-19 sebesar 58 persen dalam dua minggu, menurut Universitas Johns Hopkins, salah satu universitas terkemuka di Maryland.

Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi seluruh masyarakat Indonesia. Namun, kabar ini tidak boleh membuat Anda gegabah.

Apalagi, kata dia, varian baru COVID-19 terus bermunculan, dan ini bisa menjadi ancaman. Menurut Anas, kewaspadaan perlu ditingkatkan.

Anas melihat pemerintah siap mempersiapkan berbagai peluang. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap disiplin dan mau bahu-membahu melawan pandemi.

“Disiplin protokol kesehatan tetap perlu dijunjung tinggi karena ini adalah cara terbaik untuk mengendalikan COVID-19. Dukungan terhadap kebijakan negara salah satunya disiplin,” kata Anas.

Mengkritik kebijakan pemerintah adalah hal yang wajar dan bagian dari keseimbangan demokrasi, kata Anas. Ia berpendapat, kritik harus ditanggapi pemerintah dengan tindakan korektif dan penilaian dalam penanganan penanganan COVID-19.

“Pemerintah dan masyarakat harus memiliki niat dan keinginan yang sama untuk segera keluar dari pandemi COVID-19, sehingga percepatan vaksinasi harus didorong oleh semua kalangan untuk mencapai tujuan. kekebalan kolektif segera tercapai,” kata Anas.

Ucapan terima kasih juga datang dari Bank Dunia, karena Indonesia mengirimkan 100 juta dosis vaksin pada 31 Agustus.

Hingga Senin 20 September, Indonesia berhasil menyelesaikan vaksinasi dosis pertama sebanyak 79.657.762 orang, dosis kedua 45.224.650 orang, dan dosis ketiga 856.589 orang.

Pencapaian ini penting untuk membangun optimisme dan kepercayaan diri sebagai bangsa yang mampu mengendalikan pandemi.

Apalagi, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam perang melawan COVID-19, mengingat populasinya yang sangat besar dan secara geografis memiliki puluhan ribu pulau.

Artikel sebelumyaKiai Lansia di Jawa Timur Minta Musyawarah NU 2021
Artikel berikutnyaGubernur Sumbar minta kepala daerah mengintensifkan vaksinasi