Beranda Warganet Aktivitas "D’Youth Festival 2021" kompetisi kostum karnaval

Aktivitas "D’Youth Festival 2021" kompetisi kostum karnaval

Kami bangga dengan pemerintah kota Denpasar yang memiliki ide cemerlang

Denpasar (ANTARA) – Ajang “Denpasar Youth Fest 2021” selalu dimeriahkan dengan berbagai acara berkualitas, yakni lomba kostum karnaval yang menampilkan karya dan kreativitas anak muda.

Panitia pelaksana acara yang juga Kabag Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar dan Wayan Hendaryana di Denpasar, Minggu, melaporkan ada 18 peserta yang mengikuti lomba kostum karnaval. , yang merupakan sekaa teruna (kelompok pemuda), serta komunitas di Kota Denpasar.

Menyelenggarakan kompetisi, kata Hendaryan, diawali dengan pembekalan (toko) juri dan panitia. Ini berkaitan dengan penjahitan kostum, serta aspek penciptaan dan penampilan. mode kostum karnaval.

“Kompetisi ini dilakukan atas dasar evaluasi mendetail yang berlangsung di Aula Taksu gedung Dharma Alaya Negara, setelah itu peragaan busana di dalam gedung Taksu, sekaligus membuka kolaborasi antara anggota Instinct Manca dan penari,” ungkapnya.

Hendaryana juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kreatif para desainer muda Denpasar. Sehingga keberadaan ruang ekspresi diri ini dapat mendukung perkembangan seni dan penciptaan kostum karnaval di Denpasar.

“Kami berharap dapat menjadi ikon baru dalam penyajian seni budaya dan tradisi di Kota Denpasar melalui kostum karnaval,” ujarnya.

Sarjana Nyoman Akari Bali juga memuji pelaksanaan Seri Karnaval D’Youth Fest 2021.

“Luar biasa, saya sangat bangga dengan pemerintah kota Denpasar yang punya ide brilian. Dalam situasi anak muda saat ini yang tidak bisa mengeluarkan pendapat, Pemkot Denpasar berani mengambil langkah untuk memberikan ruang,” ujarnya.

Ia berharap apa yang dilakukan Denpasar dalam mendukung seni kostum karnaval dapat menjadi contoh yang baik bagi kabupaten lain untuk memberikan lebih banyak ruang kreativitas bagi generasi muda khususnya kostum karnaval, dan semoga ini dapat terus berlanjut setiap tahunnya,” ungkapnya. ..

Juri Sigit Paramarta bersama Anak Agung Gede Agung Rahma Putra dan Nyoman Gede Sentana Putra mengucapkan terima kasih telah menjadi tuan rumah kompetisi ini. Dia pikir penampilannya sangat bagus. Namun, bisa terus dikembangkan lagi.

“Ekspresi wajah sangat penting, adaptasi dengan tema, pentingnya kolaborasi antara desainer dan model. Sehingga bisa memberikan tampilan yang optimal,” ujarnya mengingatkan peserta pameran dan desainer.

Nyoman Gede Sentana Putra atau akrab disapa Kedux menambahkan, secara umum pemuda Denpasar telah melakukan pekerjaan yang sangat baik. Namun, ia mengingatkan pentingnya penggunaan alat gerak yang disesuaikan dengan tema.

Hal senada juga dikatakan Agung Rahma Putra yang mengaku bangga dan kagum dengan anak-anak muda kreatif Denpasar. Bahkan, pihaknya memberikan penilaian, meski baru pertama kali digelar, kesannya bertaraf nasional.

“Saya sangat mengapresiasi panitia penyelenggara, semoga tahun depan bisa di tingkat nasional dengan kualitas yang terus meningkat. Dan untuk para peserta, saya sangat mengapresiasi, ke depan, jika membuat kostum karnaval dalam bentuk besar, seharusnya mudah untuk dikemas. Dan untuk kreator harus seimbang dan tetap kreatif,” pungkasnya.

Soal lomba kostum karnaval, kali ini komunitas Gara-Gara Rambo menang dengan predikat Ubes-Ubes sebagai juara pertama, ST Dharma Satwika dengan gelar Paxi Ireng sebagai juara kedua dan Konunitas Gobog dengan gelar Klau Kepeng sebagai juara ketiga….

Sedangkan pemenang “Favorit” dengan “Likes” terbanyak di aplikasi Instagram dimenangkan oleh Sabha Yovana Kesiman dengan gelar Jegeg Paenjoh.

Artikel sebelumyaLima pasien rawat inap lagi di Wisma Atlet
Artikel berikutnyaPengamat: Pengangkatan Andika sebagai Panglima TNI merupakan faktor keniscayaan.