Beranda Nusantara 76 Hewan endemik Papua dilepasliarkan ke hutan reguler Isio

76 Hewan endemik Papua dilepasliarkan ke hutan reguler Isio

Jayapura (ANTARA) – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melepasliarkan 76 satwa endemik Papua di Hutan Adat Ishio, Repang Muayf, Kabupaten Jayapura.

Berdasarkan siaran pers BBKSDA Papua yang diterima di Jayapura, Kamis, hewan yang dilepasliarkan antara lain 46 Kasturi berkepala hitam (Lorius Laurie), 15 kakatua masak (Kakatua Galerita), delapan burung beo gelap (Pseudeo fuscata), dua victoria mambrook (Gura Victoria), tiga kasuari tunggal (Casuarius unappendiculatus) dan dua penebang kayu Papua (Dorkopsis hageni).

Hewan-hewan tersebut diangkut ke BBKSDA Papua Jawa Timur, BKSDA Jawa Tengah dan BKSDA Sulawesi Utara.

“Semua satwa ini dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi,” kata Kepala BBKSDA Papua. Edward Sembiring. …

Edward menjelaskan bahwa nuri kepala hitam, kakatua koki, nuri gelap, dan kasuari soliter. Sedikit Kekhawatiran (LC) telah dinilai dan diklasifikasikan sebagai berisiko rendah kepunahan, menurut Badan Konservasi Internasional. Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam (IUCN).

Sementara itu, kecelakaan Victoria, katanya, memiliki status rentan dan diyakini berisiko tinggi kepunahan di alam liar.

Ia juga mengklarifikasi bahwa hewan yang dilepasliarkan di Hutan Reguler Ishio telah dinyatakan bebas flu burung sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan di laboratorium karantina Kelas I Jayapura.

“Seluruh satwa telah melalui proses habituasi di kandang transit satwa BBKSDA Papua dan siap dilepasliarkan kembali ke alam liar,” ujarnya.

Artikel sebelumyaAhli vaksin: penderita diabetes tanpa kondisi akut dapat divaksinasi terhadap covid
Artikel berikutnyaPemprov DKI Jakarta Revisi RPJMD 2017-2022