Beranda Nusantara 49 titik tanggul Sungai Chitarum di Kabupaten Bekasi sangat penting

49 titik tanggul Sungai Chitarum di Kabupaten Bekasi sangat penting

55 titik kritis, 26 di antaranya berwarna merah, 26 berwarna kuning, dan tiga berwarna hijau. 49 titik masuk Kabupaten Bekasi

Chikarang, Bekasi (ANTARA) – 49 titik tanggul Sungai Chitarum di Regensi Bekasi, Jawa Barat dalam kondisi kritis dan 26 di antaranya berada di zona merah dan harus segera diperbaiki karena berpotensi menimbulkan banjir besar yang mengancam keselamatan warga.

“Dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk memperkuat tanggul, ditemukan 55 titik kritis, di antaranya 26 titik merah, 26 titik kuning, dan tiga titik hijau. 49 entry point untuk Kabupaten Bekasi,” ujar Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan memimpin rapat koordinasi penanggulangan banjir di Kabupaten Bekasi, Rabu.

Dany meminta aparat segera memperbaiki puluhan titik kritis tanggul agar tidak terjadi banjir besar lagi akibat jebolnya tanggul Sungai Chitarum, misalnya di Kecamatan Pebayuran pada awal tahun.

Dikatakannya, seluruh titik atau zona merah tanggul tersebut berada di Kabupaten Bekasi. 26 tanggul dianggap yang paling kritis dan membutuhkan perbaikan segera.

Pemerintah Kabupaten Bekasi akan segera mengirimkan surat permohonan renovasi tanggul Sungai Citarum kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan harapan Kementerian segera mengeluarkan perintah renovasi tanggul melalui BBWS Citarum.

“Kami sepakat untuk menyurati Kementerian PUPR untuk memberikan tambahan anggaran untuk BBWS Citarum agar perbaikan bisa segera dilakukan. Sedangkan 26 titik kuning akan dilaksanakan pada 2022,” ujarnya.

Selain perbaikan tanggul, Dani mengatakan, pihaknya akan melakukan penghijauan di DAS Tsitarum bekerja sama dengan Pangdam 20 Citarum Harum. Penghijauan akan dilakukan dengan menggunakan tanaman vegetatif untuk memperkuat tanggul.

“Bersama Komandan Sektor 20, kami akan menjadi yang pertama melakukan penghijauan di hilir Cekungan Chitarum, terutama untuk bendungan yang masih tertutup vegetasi untuk memperkuat tanggul,” katanya.

Dani juga menginstruksikan camat di 26 titik di tanggul merah untuk melamar. Sistem peringatan dini

Mereka diminta mengamati ketinggian air di hulu sungai. Diasumsikan saat air naik di hulu sungai, Pemkab Bekasi bisa segera mengevakuasi warga yang tinggal di bantaran sungai.

“Jadi saat air naik ke hulu, daerah hilir bisa diinformasikan dua atau tiga jam sebelumnya agar bisa dievakuasi,” katanya.

Dari puluhan tanggul kritis, salah satu yang paling parah adalah tanggul darurat yang rusak di kawasan Pebayuran. Kerusakan tepi laut terjadi sejak Maret 2021, kurang dari sebulan setelah banjir parah membanjiri ribuan rumah di hilir Sungai Citarum.

Saat itu, sejumlah warga mengeluhkan kondisi gundukan karung pasir yang tiba-tiba memburuk. Kondisi ini diperparah saat hujan deras mengguyur daerah sekitarnya, sehingga konsumsi air meningkat.

Artikel sebelumyaBMKG meminta masyarakat untuk mengikuti kondisi cuaca ekstrem selama penyeberangan.
Artikel berikutnyaKaka Slank: Hutan Papua masih sempit, jangan ditambah bukaan