Beranda Hukum 45 WNI dan 13 WNA ditangkap di Dumai

45 WNI dan 13 WNA ditangkap di Dumai

“Jangan sungkan untuk segera menindak pelanggaran keimigrasian demi keamanan dan perdamaian di negara kita tercinta ini,” kata Kepala Kantor Wilayah.

Pekanbaru (ANTARA). Sebanyak 45 WNI dan 13 WNA asal Bangladesh dan Myanmar ditangkap pada Selasa (08/09) oleh aparat penegak hukum atas dugaan masuk ke Malaysia secara ilegal setelah mengunjungi Bendungan Dumai-Sei Pakning di Provinsi Riau.

“Saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran keimigrasian untuk meningkatkan pengamanan terutama di pelabuhan laut, bandar udara, pos perbatasan dan tempat-tempat lain yang menjadi jalur keluar masuk wilayah Indonesia,” kata Kepala Kanwil Kemenkum HAM. Riau, Maryland. Jahari Sitepu di Pekanbaru, Rabu.

Ia juga berpesan kepada jajarannya agar tidak bingung, teliti memeriksa semua dokumen keimigrasian, dan meningkatkan intuisi untuk mengantisipasi hal-hal yang mencurigakan.

Khusus untuk petugas imigrasi di wilayah Dumai, pengamanan perlu diperketat terutama di tempat pemeriksaan imigrasi (TPI), ujarnya.

“Jangan sungkan untuk segera menindak pelanggaran keimigrasian demi keamanan dan perdamaian di negara kita tercinta ini,” kata Kepala Kantor Wilayah.

Karena wilayahnya berada di perbatasan, kata Sitepu, semua pihak harus sangat berhati-hati karena Riau sering menjadi mangsa empuk perdagangan manusia bahkan penyelundupan narkoba.

Untuk itu, Sitepu meminta seluruh jajaran keimigrasian untuk selalu memperkuat sinergi dan kerjasama dengan pemangku kepentingan terkait guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolsek Medang Kampai AKP. Edwi Sunardi bersama tim yang berhasil menangkap 58 orang mencurigakan melaporkan 45 orang merupakan Tenaga Kerja Indonesia (PMI) dari berbagai daerah di Indonesia, 12 orang WNA asal Bangladesh dan 1 orang WNA asal Myanmar.

“Dari hasil penyelidikan, 58 orang akan tiba di Malaysia pada malam hari dengan speedboat, namun sesampainya di TKP, tidak ada tekong atau sponsor untuk mengirimkan TKI,” kata Edwy.

WNA ilegal dengan modus operandi meninggalkan negara asalnya Bangladesh dan Myanmar dengan pesawat ke Malaysia tetapi ditolak dan kemudian pergi ke Jakarta, kemudian dari Jakarta naik bus ke kota Dumai ketika tiba di Dumai, dia kemudian dikoordinasikan untuk kembali secara ilegal ke Malaysia untuk kapal.

Sejauh ini, PMI dan imigran gelap ditahan di Polsek Dumaisk untuk penyelidikan lebih lanjut.

Artikel sebelumyaKejaksaan Bali Tahan Putra Mantan Sekda Buleleng
Artikel berikutnyaKomnas HAM kembali mengumpulkan informasi dari laboratorium Polri