Beranda Nusantara 26 distrik mikro Qianzhur berstatus rawan bencana alam

26 distrik mikro Qianzhur berstatus rawan bencana alam

Sebagian besar wilayah rawan bencana alam seperti banjir dan pergerakan tanah.

Chianjur (ANTARA) – Sebanyak 26 kecamatan dari 32 kecamatan di Chianjur, Jawa Barat berstatus rawan bencana, sehingga BPBD Qianjur telah menyiagakan seluruh relawan tangguh bencana (Retana) di masing-masing kabupaten tersebut. – Wilayah yang terkait dengan cuaca hujan, yang mulai menunjukkan intensitas tinggi minggu lalu.

“Hanya enam kabupaten yang tidak terlalu rawan bencana alam, seperti kabupaten Qianjur, Karangtenga, Chilaku, Sukaluyu dan Chiranjang. Sebagian besar kabupaten rentan terhadap bencana alam mulai dari banjir hingga pemindahan tanah, ”kata penjabat kepala kotamadya. BPBD Cianjur, Tedi Artiawan di Cianjur, Rabu.

Ia menjelaskan, selama tahun 2021 bencana alam yang terjadi berupa longsor dan gerakan tanah terjadi di belasan kecamatan selatan dan beberapa di utara Chandzhur, sehingga pihaknya terus menghimbau para relawan untuk waspada dan segera mengevakuasi warga jika melihat tanda-tanda alam. ..

Meski belum menetapkan status peringatan bencana karena menunggu keputusan dari BMKG, pihaknya telah meminta desa dan kelurahan untuk menyebarluaskan informasi kesiapsiagaan bencana kepada warga, terutama di daerah rawan banjir, tanah longsor dan perpindahan tanah dari utara ke utara. Selatan. Cianjur.

“Kami juga meminta warga untuk waspada dan jeli dalam mengenali tanda-tanda alam suatu bencana. Segera mengungsi jika hujan deras lebih dari dua jam, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai,” ujarnya.

BPBD Cianjur mencatat selama tahun 2021 tercatat lebih dari 100 laporan bencana alam, mulai dari longsor di selatan dan pergerakan tanah di utara hingga angin topan, yang tidak dilaporkan terjadi ratusan korban jiwa, hanya puluhan rumah rusak. dan ratusan lainnya dalam bahaya.

Ia berharap dengan menyiagakan ratusan relawan di setiap subarea, dapat menekan angka kematian jika terjadi bencana dengan segera mengevakuasi warga saat melihat tanda-tanda alam, terutama saat curah hujan tinggi.

Artikel sebelumyaBMKG minta lima daerah NTT takut kekeringan parah
Artikel berikutnyaLukhut mengajak seluruh peserta menanam mangrove