Beranda Nusantara 2 kubah lava gunung merapi tumbuh dalam seminggu.

2 kubah lava gunung merapi tumbuh dalam seminggu.

Jika terjadi letusan, pelepasan material vulkanik dari Gunung Merapi bisa mencapai area dalam radius tiga kilometer dari puncak.

Yogyakarta (ANTARA) – Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, berdasarkan pantauan selama sepekan, ketinggian dua kubah lava Gunung Merapi meningkat.

“Ketinggian kubah barat daya bertambah sekitar lima meter, dan kubah tengah bertambah sekitar satu meter,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humayda dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat.

Perubahan morfologi Merapi berupa peningkatan ketinggian kubah lava diketahui dari hasil analisis morfologi dari stasiun Deles 5, Tunggularum, Ngepos dan Babadan 2 pada periode 3 September hingga 9 September 2021.

Selain peningkatan ketinggian, Hanik mengatakan volume dua kubah lahar Merapi juga meningkat.

Volume kubah lava barat daya yang pekan lalu masih 1.440.000 meter kubik, pekan ini meningkat menjadi 1.550.000 meter kubik, sedangkan volume kubah tengah yang sebelumnya 2.842.000 meter kubik, bertambah menjadi 2.854.000 meter kubik.

Gunung Merapi memiliki dua kubah lava baru yang sama-sama tumbuh. Kubah lava pertama terletak di sisi barat daya Merapi, tepat di atas lava sisa letusan tahun 1997. Kubah lava kedua diamati oleh BPPTKG pada 4 Februari 2021, di tengah kawah di puncak Gunung Merapi. .

Dalam pantauan pekan ini, kata Hanik, Merapi pernah melontarkan awan panas longsor ke arah barat daya dengan jarak longsor maksimum 2.000 meter, sedangkan longsoran lahar terpantau 129 kali ke arah barat daya dengan jarak longsor maksimum 2.000 meter.

Dalam sepekan, Gunung Merapi mengalami satu kali gempa awan panas (AP), dua kali gempa vulkanik kecil (VTB), 286 kali gempa frekuensi rendah (LF), 20 kali gempa multifase (MP), 1491 kali gempa guguran (RF).), 561 kali gempa ( DG ) dan empat gempa tektonik (TT).

“Seismisitas LF minggu ini lebih tinggi dari minggu lalu,” katanya.

BPPTKG saat ini mempertahankan Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Masyarakat diminta mewaspadai potensi dampak longsoran lahar dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya, yang meliputi sungai Zheltaya, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

“Jika terjadi letusan, material vulkanik dari Gunung Merapi bisa mencapai area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung,” kata Hanik Humayda.

Artikel sebelumyaMenteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengundang PWI untuk mengangkat isu lingkungan di HPN.
Artikel berikutnyaPendekatan digital dan ekonomi berkontribusi pada pelestarian lingkungan